Panjang patahan ini sekitar sembilan kilometer. Adapun radius berbahaya kiri dan kanannya 300-500 meter. Zona berbahaya direkomendasikan relokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.
Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi & Peringatan Dini Tsunami BMKG, Iman Fatchurochman, mengatakan, wilayah Indonesia rawan gempa akibat 13 sumber gempa megathrust, 295 sesar aktif, dan masih banyak jalur sesar aktif yang belum terpetakan.
Gempa bumi sering melanda Indonesia. Terakhir gempa bumi Cianjur, Jawa Barat dua pekan lalu dan gempa Jember, Jawa Timur berkekuatan M6,2 pada Selasa (6/12/2022).
Kabupaten Garut Jawa Barat diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,4 pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB. Episentrum gempa berada pada 46 km di barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 106 km.
Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Dr Badrul Mustafa Kemal, menjelaskan penyebab gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bisa mengakibatkan kerusakan yang sangat parah.
Jalur sesar Cimandiri bermula dari Palabuhanratu lalu membentang ke arah timur dan berbelok ke utara di sekitar kawasan episenter gempa. Dugaan ini diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan lebar sesar Cimandiri berkisar 8-10 meter.
Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB begitu merusak dan memakan banyak korban jiwa. Menurut BNPB, per Rabu malam (23/11/2022) tercatat 271 orang telah meninggal dunia sementara 2.043 mengalami luka-luka.