LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Dr Badrul Mustafa Kemal, menjelaskan penyebab
gempa bumi di Kabupaten
Cianjur, Jawa Barat bisa mengakibatkan kerusakan yang sangat parah.
Badrul menilai ada dua penyebab dampak gempa sangat parah di Cianjur. Pertama, episentrum gempa dekat dengan pemukiman warga, terutama di sekitar kecamatan Cugenang. Kemudian, pusat gempa (hiposentrum) sangat dangkal.
“Jadi, walaupun kekuatan gempa hanya 5,6 tapi sangat dangkal, maka intensitasnya cukup besar, yakni VI MMI (Modified Mercalli Intensity),” kata Badrul kepada
Langit7.id, Kamis (24/11/2022).
Baca Juga: Pakar Geologi Unpad Duga Gempa di Cianjur Disebabkan Sesar Aktif Baru
Kedua, kondisi bangunan banyak yang tidak memenuhi standar bangunan aman gempa. Terlihat dari bangunan yang rubuh. Selain itu, banyak rumah penduduk atapnya terbuat dari genteng keramik.
Genteng keramik tersebut berat. Memasangnya juga hanya diletakkan melalui cantolan kecil di ujung genteng di atas papan tipis atau bambu. Ini menjadi salah satu faktor gempa Cianjur banyak memakan korban jiwa.
“Genteng keramik yang berat ini tentu saja mudah jatuh oleh guncangan gempa, yang bisa menimbulkan bencana bila menimpa tubuh/kepala orang di bawahnya, terutama anak-anak/bayi,” ujar Badrul.
Baca Juga: Ini Penyebab Gempa Cianjur Begitu Merusak dan Memakan Banyak Korban
Selain itu, Cianjur merupakan daerah jalur gempa, karena memiliki banyak sesar. Di antaranya sesar Cimandiri, sesar Lembang, dan masih banyak sesar-sesar minor di wilayah tersebut.
Keberadaan sesar aktif itu hingga saat ini belum diketahui dengan baik karakteristiknya dan lokasinya berada pada bagian timur laut zona sesar Cimandiri.
“Cianjur dilalui oleh sesar Cimandiri. Sesar ini berarah barat/barat daya – timur laut, mulai dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Cianjur dan Bandung Barat sampai Lembang,” ujar Badrul.
Baca Juga: 30 Pesantren Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur, 30 Orang Wafat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan, korban jiwa akibat gempa Cianjur yang telah ditemukan terus bertambah. Per Rabu (23/11/2022), sebanyak 271 jenazah telah teridentifikasi.
“Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang,” kata Suharyanto saat memberikan keterangan pers, kemarin (23/11/2022).
(jqf)