Bantuan merupakan bentuk kepedulian seseorang kepada orang lain saat terjadi musibah. Bentuk bantuan bisa berupa materi atau non materi yang datangnya dari semua kalangan.
Ustaz Khalid menjelaskan bahwa Nabi SAW memerintahkan umatnya mengucap kalimat Istirja ketika tertimpa musibah. Kemudian ditambah dengan Allahummaajirni fii mushibati wa akhlif lii khairan minha.
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan, sifat tabah dalam diri manusia akan membawa kepada kedamaian. Terlebih ketika diterpa ujian oleh Allah SWT, maka dia akan menerimanya dengan lapang dada.
Menurut dia, tingkat fleksibilitas sangat memengaruhi bangunan terhadap guncangan gempa dan mengurangi risiko runtuhnya konstruksi bangunan. Seperti menggunakan material kayu dan bambu sebagai konstruksi hunian.
Musibah yang menimpa bisa jadi sebagai ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab Sang Khalik ingin mengukur seberapa kuat dan sabar hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika tengah tertimpa musibah semestinya kita tetap tawakal.
Selain aksi tanggap darurat, tim kemanusiaan Laznas Dewan Dawah juga berfokus pada upaya pemulihan (recovery) warga terdampak, khususnya pada sektor dakwah.
KH Jeje Zaenudin mengatakan, dalam perspektif Islam bencana terjadi tidak terlepas dari dua kemungkinan. Pertama sebagai cobaan dan yang kedua sebagai hukuman.
Pendakwah Ustaz Buya Yahya mengatakan, ketika seorang muslim tengah mengalami musibah maka sebaiknya bersabar. Karena sabar merupakan ciri-ciri orang beriman sekaligus suatu sifat yang sangat dicintai Allah SWT.
Oktober bisa dikategorikan sebagai bulan paling menyedihkan pada tahun 2022. Bagaimana tidak, pada bulan ini rentetan peristiwa kelam yang merenggut nyawa secara massal terjadi.