LANGIT7.ID, Jakarta - CEO PT Katama Surya Bumi, Kris Suryanto mengungkapkan, pemukiman warga di daerah yang rawan gempa semestinya lebih mementingkan keselamatan dengan konsep ramah gempa. Ketimbang mengedepankan keindahan desain.
"Biasanya orang, arsitek atau
owner lebih kecenderungan memikirkan keindahan dan biaya, tidak memikirkan keselamatan jiwa manusia," kata Kris saat di wawancara
Langit7.id, Ahad (27/11/2022).
Menurut dia, tingkat fleksibilitas sangat memengaruhi bangunan terhadap guncangan gempa dan mengurangi risiko runtuhnya konstruksi bangunan. Seperti menggunakan material kayu dan bambu sebagai konstruksi hunian.
Baca Juga: Rumah Tradisional Cenderung Tahan Gempa, Ini Penjelasan AhliPenggunaan material tersebut dinilai fleksibel dan teruji ratusan tahun di daerah Indonesia yang rawan gempa. Serta struktur rumah tinggal dengan menggunakan material kayu juga biasa digunakan oleh masyarakat Jepang dalam membangun rumah yang ramah gempa.
Di lain sisi, dia menyebut, teknologi konstruksi sarang laba-laba yang digunakan di perusahaannya itu merupakan teknologi unggulan guna meminimalisir risiko guncangan gempa. Sebab memiliki pondasi yang ramah gempa.
"Mengedepankan kekuatan, tetapi hubungan antara gedung keseluruhan antara fondasinya dengan tempat berpijak bumi atau tanah di buat fleksibel. Jadi kalau ada gempa hanya sedikit bergerak," ujarnya.
Baca Juga: Pertolongan Allah Itu Nyata, Jangan Ragu kepada Sang KhalikDengan menggunakan teknologi konstruksi sarang laba-laba, lanjut dia, sangat efektif guna meminimalisir efek guncangan gempa pada bangunan bertingkat. Teknologi tersebut pun terbukti berhasil menyelamatkan jiwa asset manusia pada ratusan bangunan bertingkat di wilayah D.I Nanggroe Aceh Darussalam, Padang, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Papua.
"Jadi hampir semua bangunan yang dibangun dengan sarang laba-laba orang-orang di dalamnya terselamatkan (dari guncangan gempa)," ujar dia.
Kris pun berpesan terhadap pemegang kebijakan ataupun masyarakat yang berada di daerah rawan gempa untuk lebih mengedepankan struktur ramah gempa daripada desain atau arsitektur yang menarik. Sebab keselamatan jiwa merupakan prioritas utama.
"Bangunan harus mengedepankan fleksibilitasnya, jadi jangan kuat di lawan kuat, itu akan sangat berisiko tinggi kalau keamanannya tidak kita jaga dengan baik," tutur dia.
Sahabat
Langit7, sebelum masuk rumah jangan lupa membaca doa yang diajarkan Rasulullah. Berikut lafaz doa masuk rumah:
االلم اني اسالك خير المولج وخير المخرج بسم الله ولجنا وبسم الله خرجنا وعلي الله ربنا توكلنا
Arab-Latin:
Allahumma inni asaluka khairal mauliji wa khairal makhraji, bismillahi walajna wa bismillahi kharajana wa 'alallahi tawakkalana.Artinya: "
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah, kami masuk dan kami keluar, dan hanya kepada Allah tuhan kami. Kami berserah diri." (HR Abu Daud).
Baca Juga: 5 Tanaman Obat Bisa Ditanam di Rumah, Jadikan Hobi Menyehatkan(zhd)