LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memperkuat ekosistem halal nasional dan global melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis bersama mitra nasional dan internasional di Kantor BPJPH, Jakarta, Rabu (20/5.
Kerja sama yang ditandatangani meliputi Mutual Recognition Agreement (MRA), Recognition Agreement (RA), hingga kerja sama penguatan Jaminan Produk Halal (JPH) dengan perguruan tinggi. Kerja sama pertama dilakukan melalui penandatanganan MRA antara BPJPH dan Moroccan Institute of Standardization (IMANOR) Kerajaan Maroko sebagai pengakuan timbal balik sertifikat halal kedua negara. MRA ditandatangani oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini, di Kantor BPJPH Jakarta, Rabu sore (20/5/2026).
Di hari yang sama, BPJPH juga menandatangani Recognition Agreement (RA) dengan sejumlah lembaga halal luar negeri yang telah memenuhi standar Sistem Jaminan Produk Halal Indonesia (SJPH), yaitu WHAD Italian Halal Certification Center, Global Halal Systems France, GL Halal Center Korea, FUIN Halal Certification Center China, dan Shanghai Museling Testing and Certification.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa semakin kuat kerja sama antarnegara dan antarlembaga, maka akan semakin memperkuat kepercayaan dan pengakuan bersama terhadap sistem halal masing-masing negara. Sehingga, akan semakin terbuka dan mudah pula lalu lintas perdagangan produk halal antarnegara.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan negara-negara mitra kita, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi produk halal dengan negara mitra untuk masuk dan diterima di pasar internasional,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan usai menadatangani kerja sama, dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
“Semakin kuat kerja sama yang dibangun, maka akan semakin mudah lalu lintas produk berlangsung. Pada akhirnya, hal ini akan memperkuat sinergi bilateral yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Babe Haikal, sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan.
Ia juga menilai bahwa perkembangan industri halal global saat ini menunjukkan perubahan besar dalam cara dunia memandang halal. Menurutnya, halal kini tidak lagi dipahami semata sebagai aspek pemenuhan syariat, tetapi telah berkembang menjadi simbol kualitas dan standar global.
“Halal hari ini telah berkembang menjadi simbol quality assurance, healthy product, dan premium standard yang diterima secara global. Dunia kini melihat halal sebagai jaminan kualitas, keamanan, dan traceability produk,” lanjutnya.
Ia menambahkan, tren tersebut terlihat dari semakin banyak negara yang menjadikan industri halal sebagai bagian penting dalam strategi perdagangan dan pengembangan industri nasional mereka.
“Kita melihat bagaimana negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan bergerak cepat dalam pengembangan industri halal. Ini menunjukkan bahwa halal telah menjadi bahasa universal tentang kualitas dan kepercayaan,” katanya.
Selain kerja sama internasional tersebut, BPJPH juga menandatangani perjanjian kerja sama Jaminan Produk Halal dengan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sinergi ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi kelembagaan dalam pengembangan ekosistem halal nasional.
Babe Haikal juga mengatakan bahwa seluruh kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Indonesia untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia yang memiliki sistem kuat, kredibel, dan diakui secara internasional.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar halal dunia. Kita harus menjadi pemain utama yang mampu membangun standar, kredibilitas, dan kepercayaan global terhadap sistem halal Indonesia,” pungkasnya
(lam)