Kemenparekraf Ajak Mahasiswa Kembangkan Wirausaha Kreatif
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 09 September 2021 - 20:59 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong mahasiswa untuk mengembangkan creativepreneurship (kewirausahaan kreatif). Kewirausahaan kreatif ini merupakan bagian dari sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Sandiaga mengatakan, melalui kombinasi antara kewirausahaan, kemampuan teknologi informasi, dan komunikasipara kalangan muda diyakini mampu menciptakan peluang usaha sekaligus lapangan kerja di tengah pandemi Covid-19.
"Kewirausahaan kreatif diharapkan bisa membawa kita untuk melihat satu potensi. Bukan hanya bertahan, tapi juga mengambil peluang untuk mencetak pemenang," ujar Sandiaga Uno dalam webinar bersama mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), dikutip dari siaran pers Kemenparekraf, Kamis (9/9).
Sandiaga menyebut, sektor ekraf mampu memberikan nilai tambah dan kekayaan intelektual dari inovasi maupun kreativitas. Sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Baca juga:Kemenparekraf Optimalkan Pengembangan Ekonomi Digital
Berdasarkan catatan Kemenparekraf, 98% pelaku ekraf adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sedangkan, 97% lapangan kerja di Indonesia berasal dari UMKM. Sedangkan nilai kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional, mencapai 62-65%.
Sandiaga menampik jika hanya industri besar yang menopang perekonomian nasional. "Itu salah. Karena justru ekonomi kecil, UMKM kita yang memberi kontribusi yang besar terhadap ekonomi nasional," tegasnya
Sandiaga mengatakan, melalui kombinasi antara kewirausahaan, kemampuan teknologi informasi, dan komunikasipara kalangan muda diyakini mampu menciptakan peluang usaha sekaligus lapangan kerja di tengah pandemi Covid-19.
"Kewirausahaan kreatif diharapkan bisa membawa kita untuk melihat satu potensi. Bukan hanya bertahan, tapi juga mengambil peluang untuk mencetak pemenang," ujar Sandiaga Uno dalam webinar bersama mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), dikutip dari siaran pers Kemenparekraf, Kamis (9/9).
Sandiaga menyebut, sektor ekraf mampu memberikan nilai tambah dan kekayaan intelektual dari inovasi maupun kreativitas. Sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Baca juga:Kemenparekraf Optimalkan Pengembangan Ekonomi Digital
Berdasarkan catatan Kemenparekraf, 98% pelaku ekraf adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sedangkan, 97% lapangan kerja di Indonesia berasal dari UMKM. Sedangkan nilai kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional, mencapai 62-65%.
Sandiaga menampik jika hanya industri besar yang menopang perekonomian nasional. "Itu salah. Karena justru ekonomi kecil, UMKM kita yang memberi kontribusi yang besar terhadap ekonomi nasional," tegasnya