Kisah Mencekam Pasukan Perdamaian PBB, 10 Bulan Terkurung di Zona Perang Lebanon
Nabil
Ahad, 25 Agustus 2024 - 09:56 WIB
Kisah Mencekam Pasukan Perdamaian PBB, 10 Bulan Terkurung di Zona Perang Lebanon
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di perbatasan sepi antara Lebanon dan Israel, pasukan perdamaian PBB asal Spanyol telah lebih dari 10 bulan terjebak dalam zona perang. Beberapa anggota Pasukan Baret Biru terluka dalam baku tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, yang juga menewaskan puluhan warga sipil Lebanon akibat perang antara Israel dan militan Palestina di Gaza.
"Kadang kami harus berlindung karena tembakan... bahkan terkadang di dalam bunker," kata Alvaro Gonzalez Gavalda, seorang anggota Pasukan Baret Biru di Pangkalan 964 Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).
Baca juga: Ketegangan Meningkat, Jenderal Top AS Tiba Mendadak di Timur Tengah
Untuk mencapai pangkalan, jurnalis AFP yang dikawal konvoi UNIFIL melewati desa-desa yang hampir kosong. Hanya sesekali terlihat toko kelontong atau bengkel mobil yang masih buka di sepanjang jalan, di mana ladang-ladang telah hangus terbakar akibat pemboman.
Pangkalan yang dikelilingi kawat berduri dan dilindungi tembok batu tebal ini tak jauh dari kota Khiam, tempat puluhan rumah hancur atau rusak, sekitar lima kilometer dari perbatasan.
Di balik tembok perbatasan, kota Metula di Israel terlihat jelas. Kota ini juga telah dikosongkan dari penduduk, sama seperti komunitas lain di kedua sisi perbatasan.
Berjaga-jaga
"Kadang kami harus berlindung karena tembakan... bahkan terkadang di dalam bunker," kata Alvaro Gonzalez Gavalda, seorang anggota Pasukan Baret Biru di Pangkalan 964 Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).
Baca juga: Ketegangan Meningkat, Jenderal Top AS Tiba Mendadak di Timur Tengah
Untuk mencapai pangkalan, jurnalis AFP yang dikawal konvoi UNIFIL melewati desa-desa yang hampir kosong. Hanya sesekali terlihat toko kelontong atau bengkel mobil yang masih buka di sepanjang jalan, di mana ladang-ladang telah hangus terbakar akibat pemboman.
Pangkalan yang dikelilingi kawat berduri dan dilindungi tembok batu tebal ini tak jauh dari kota Khiam, tempat puluhan rumah hancur atau rusak, sekitar lima kilometer dari perbatasan.
Di balik tembok perbatasan, kota Metula di Israel terlihat jelas. Kota ini juga telah dikosongkan dari penduduk, sama seperti komunitas lain di kedua sisi perbatasan.
Berjaga-jaga