Jadi Tamu Kehormatan Konferensi Internasional, Nyai Sinta Nuriyah Tegaskan Peran Sentral Perempuan
Tim langit 7
Selasa, 27 Agustus 2024 - 07:00 WIB
Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.Foto/ist
Konferensi Internasional bertajuk Peran Perempuan dalam Membangun Kesadaran digelar di Kairo, Mesir, Ahad (25/8/2024).
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid hadir sebagai tamu kehormatan.
Kehadirannya disambut Nyai Sinta, Menteri Wakaf Mesir Syekh Usamah Al-Azhari yang menyebut kehadiran Sinta Nuriyah sebagai upaya penyegaran hubungan yang dulu melalui KH Abdurrahman Wahid sebagai sosok ulama dan Presiden Republik Indonesia yang pernah belajar di Al-Azhar.
“Dan kesempatan kali ini melalui Ibu Sinta Nuriyah Wahid sebagai representasi perempuan yang kita banggakan di hadapan dunia,” katanya.
Baca juga:Drama Politik: Anies Urus Berkas Pilkada, Hadir di DPP PDI, Tiba Tiba Menghilang. Apa Ini Strategi?
Dalam pidatonya, Nyai Sinta menegaskan, perempuan memiliki peran sentral dalam kehidupan umat manusia. Betapa tidak, perempuan mengandung sembilan bulan dan berjuang mati-matian untuk melahirkannya, hingga merawat dan mengajarinya berbicara sampai dewasa.
“Perempuan atau ibu pulalah yang mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang. Tetapi mengapa, sosok yang penuh kelembutan ini masih harus bersimbah dengan ketertindasan?” katanya.
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid hadir sebagai tamu kehormatan.
Kehadirannya disambut Nyai Sinta, Menteri Wakaf Mesir Syekh Usamah Al-Azhari yang menyebut kehadiran Sinta Nuriyah sebagai upaya penyegaran hubungan yang dulu melalui KH Abdurrahman Wahid sebagai sosok ulama dan Presiden Republik Indonesia yang pernah belajar di Al-Azhar.
“Dan kesempatan kali ini melalui Ibu Sinta Nuriyah Wahid sebagai representasi perempuan yang kita banggakan di hadapan dunia,” katanya.
Baca juga:Drama Politik: Anies Urus Berkas Pilkada, Hadir di DPP PDI, Tiba Tiba Menghilang. Apa Ini Strategi?
Dalam pidatonya, Nyai Sinta menegaskan, perempuan memiliki peran sentral dalam kehidupan umat manusia. Betapa tidak, perempuan mengandung sembilan bulan dan berjuang mati-matian untuk melahirkannya, hingga merawat dan mengajarinya berbicara sampai dewasa.
“Perempuan atau ibu pulalah yang mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang. Tetapi mengapa, sosok yang penuh kelembutan ini masih harus bersimbah dengan ketertindasan?” katanya.