Dalam Sehari, Empat Tahap Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air
Muhajirin
Jum'at, 10 September 2021 - 20:30 WIB
vaksin Pfizer berjumlah 639.990 dosis berupa vaksin jadi tiba pukul 09:15 WIB di Jakarta pada Jumat (10/9/2021) (foto: kominfo.go.id)
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, Indonesia kedatangan vaksin empat tahap sekaligus yakni ke-52, 53, 54, dan 55. Vaksin tersebut terdiri dari berbagai merk berbeda.
Pertama, vaksin Pfizer berjumlah 639.990 dosis berupa vaksin jadi yang tiba pukul 09:15 WIB. Kedua, kedatangan tahap ke-53 berupa 2.079.000 dosis CoronaVac. Ketiga, vaksin AstraZeneca dengan jumlah 615.000 dosis yang merupakan vaksin jadi, tiba pukul 10:10 WIB.
Keempat, tahap ke-55 berupa vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi berjumlah 358.700 dosis yang merupakan hibah dari Pemerintah Perancis. Bantuan tersebut melalui mekanisme COVAX. Kedatangan vaksin hibah dari Pemerintah Perancis ini merupakan tahap pertama dukungan kerja sama dose-sharing dari total komitmen 3 juta dosis.
Baca Juga:Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19
Jika dihitung dari titik ketibaan, kata Retno, hingga kedatangan tahap ke-55, maka jumlah vaksin yang tiba di tanah air hingga saat ini sejumlah 229.615.290 dosis vaksin, baik dalam bentuk bulk maupun yang telah jadi.
Retno menyebutkan, saat ini masih terjadi ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia. Dia memaparkan, 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Sebanyak 80 persen di antaranya di negara berpendapatan menengah dan tinggi.
WHO menargetkan 10% populasi setiap negara telah divaksinasi hingga akhir September 2021. Retno menilai target WHO ini bisa dicapai oleh negara berpenghasilan tinggi. Sedangkan untuk negara berpendapatan rendah, belum ada yang mencapai target 10 persen.
Pertama, vaksin Pfizer berjumlah 639.990 dosis berupa vaksin jadi yang tiba pukul 09:15 WIB. Kedua, kedatangan tahap ke-53 berupa 2.079.000 dosis CoronaVac. Ketiga, vaksin AstraZeneca dengan jumlah 615.000 dosis yang merupakan vaksin jadi, tiba pukul 10:10 WIB.
Keempat, tahap ke-55 berupa vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi berjumlah 358.700 dosis yang merupakan hibah dari Pemerintah Perancis. Bantuan tersebut melalui mekanisme COVAX. Kedatangan vaksin hibah dari Pemerintah Perancis ini merupakan tahap pertama dukungan kerja sama dose-sharing dari total komitmen 3 juta dosis.
Baca Juga:Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19
Jika dihitung dari titik ketibaan, kata Retno, hingga kedatangan tahap ke-55, maka jumlah vaksin yang tiba di tanah air hingga saat ini sejumlah 229.615.290 dosis vaksin, baik dalam bentuk bulk maupun yang telah jadi.
Retno menyebutkan, saat ini masih terjadi ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia. Dia memaparkan, 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Sebanyak 80 persen di antaranya di negara berpendapatan menengah dan tinggi.
WHO menargetkan 10% populasi setiap negara telah divaksinasi hingga akhir September 2021. Retno menilai target WHO ini bisa dicapai oleh negara berpenghasilan tinggi. Sedangkan untuk negara berpendapatan rendah, belum ada yang mencapai target 10 persen.