Tepi Barat Bergolak, Polisi Israel Ditembak Mati
Nabil
Senin, 02 September 2024 - 05:00 WIB
Tepi Barat Bergolak, Polisi Israel Ditembak Mati
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tiga orang yang tewas dalam serangan penembakan pada hari Minggu di Tepi Barat yang diduduki adalah anggota kepolisian Israel.
"Tiga anggota kepolisian tewas pagi ini dalam serangan penembakan," ujar Ouzi Levy, kepala kepolisian Israel di Tepi Barat, kepada wartawan di lokasi kejadian dekat pos pemeriksaan Tarqumiya, dekat kota Hebron.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, sebelumnya mengumumkan kematian ketiga korban, terdiri dari dua pria dan satu wanita. "Ini adalah serangan yang sangat serius. Kami melihat sebuah kendaraan dengan tanda peluru di gundukan tanah di samping jalan," ujar layanan darurat tersebut dalam pernyataan yang mengutip dua paramedis yang segera ke lokasi kejadian.
Pada hari Minggu sore, militer Israel mengatakan telah membunuh tersangka penyerang yang melakukan serangan tersebut. Pasukan Israel mengepung sebuah rumah tempat tersangka penyerang bersembunyi di kota Hebron, menurut pernyataan militer, dan menyebutkan bahwa "tersangka ditembak mati di lokasi kejadian."
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, juga mengunjungi lokasi serangan dan menyerukan untuk menambah pos pemeriksaan di area tersebut. "Hak hidup [warga Israel] lebih penting daripada kebebasan bergerak warga PA (Otoritas Palestina)," ujarnya kepada para wartawan. "Daripada membebaskan teroris, tembak saja mereka di kepala."
Penembakan hari Minggu ini terjadi saat pasukan Israel melanjutkan operasi besar-besaran di Tepi Barat sejak hari Rabu. Ledakan dan tembakan terdengar di kota Jenin pada hari Minggu, menurut seorang fotografer AFP, seiring pasukan Israel melanjutkan operasi mereka di sana.
Setidaknya 22 warga Palestina telah tewas sejak serangan simultan diluncurkan pada hari Rabu di seluruh Tepi Barat bagian utara, termasuk 14 militan dari kelompok Hamas dan Jihad Islam. Sejak Jumat, tentara telah memfokuskan operasi mereka di Jenin dan kamp pengungsinya, komunitas padat penduduk yang sudah lama menjadi basis kelompok-kelompok bersenjata Palestina.
"Tiga anggota kepolisian tewas pagi ini dalam serangan penembakan," ujar Ouzi Levy, kepala kepolisian Israel di Tepi Barat, kepada wartawan di lokasi kejadian dekat pos pemeriksaan Tarqumiya, dekat kota Hebron.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, sebelumnya mengumumkan kematian ketiga korban, terdiri dari dua pria dan satu wanita. "Ini adalah serangan yang sangat serius. Kami melihat sebuah kendaraan dengan tanda peluru di gundukan tanah di samping jalan," ujar layanan darurat tersebut dalam pernyataan yang mengutip dua paramedis yang segera ke lokasi kejadian.
Pada hari Minggu sore, militer Israel mengatakan telah membunuh tersangka penyerang yang melakukan serangan tersebut. Pasukan Israel mengepung sebuah rumah tempat tersangka penyerang bersembunyi di kota Hebron, menurut pernyataan militer, dan menyebutkan bahwa "tersangka ditembak mati di lokasi kejadian."
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, juga mengunjungi lokasi serangan dan menyerukan untuk menambah pos pemeriksaan di area tersebut. "Hak hidup [warga Israel] lebih penting daripada kebebasan bergerak warga PA (Otoritas Palestina)," ujarnya kepada para wartawan. "Daripada membebaskan teroris, tembak saja mereka di kepala."
Penembakan hari Minggu ini terjadi saat pasukan Israel melanjutkan operasi besar-besaran di Tepi Barat sejak hari Rabu. Ledakan dan tembakan terdengar di kota Jenin pada hari Minggu, menurut seorang fotografer AFP, seiring pasukan Israel melanjutkan operasi mereka di sana.
Setidaknya 22 warga Palestina telah tewas sejak serangan simultan diluncurkan pada hari Rabu di seluruh Tepi Barat bagian utara, termasuk 14 militan dari kelompok Hamas dan Jihad Islam. Sejak Jumat, tentara telah memfokuskan operasi mereka di Jenin dan kamp pengungsinya, komunitas padat penduduk yang sudah lama menjadi basis kelompok-kelompok bersenjata Palestina.