Beasiswa Karya Ilmiah Turots di Maroko untuk Santri Dibuka, Catat Syarat dan Cara Daftarnya
Tim langit 7
Rabu, 04 September 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka beasiswa non-gelar untuk santri pada 3 September 2024 hingga 7 September 2024. Beasiswa kali ini berupa Program Penulisan Karya Ilmiah Turots di Maroko.
Program ini untuk meningkatkan pemahaman para santri, alumni, pengajar di lingkungan Ma'had Aly tentang karya ilmiah di bidang Turots, Academic Writing, dan pemahaman tentang perkembangan ilmu agama di era modern.
"Program Penulisan Karya Ilmiah Turots adalah program beasiswa non-gelar untuk meningkatkan kompetensi para Santri, Alumni Aktif, Pengasuh, Tenaga Pendidik yang aktif di Ma'had Aly sehingga mampu mengeksplorasi menjadi karya Ilmiah, yang akan mewujudkan peningkatan aspek pemahaman seperti aspek pemahaman Turots, Academic Writing, dan sinergi pemahaman perkembangan ilmu agama di era modern," demikian dikutip dari NU Online, Rabu (4/9/2024).
Baca juga:Supriyono, Guru Inspiratif Peraih Anugerah ASN 2023: Kembangkan Pendidikan Inklusif di Madrasah
Program ini akan bekerja sama dengan Markaz al-Inma Li Al-Abhast Wa Ad-Dirasah Al-Mustaqbaliyah, Maroko, dan akan berfokus pada kajian turots serta pengaruhnya dalam merespon isu-isu di era kontemporer.
Adapun komponen pendanaan beasiswa yang didapatkan meliputi biaya pendidikan, biaya mobilisasi, living allowance, biaya transportasi, dan biaya Asuransi.
Persyaratan peserta
Program ini untuk meningkatkan pemahaman para santri, alumni, pengajar di lingkungan Ma'had Aly tentang karya ilmiah di bidang Turots, Academic Writing, dan pemahaman tentang perkembangan ilmu agama di era modern.
"Program Penulisan Karya Ilmiah Turots adalah program beasiswa non-gelar untuk meningkatkan kompetensi para Santri, Alumni Aktif, Pengasuh, Tenaga Pendidik yang aktif di Ma'had Aly sehingga mampu mengeksplorasi menjadi karya Ilmiah, yang akan mewujudkan peningkatan aspek pemahaman seperti aspek pemahaman Turots, Academic Writing, dan sinergi pemahaman perkembangan ilmu agama di era modern," demikian dikutip dari NU Online, Rabu (4/9/2024).
Baca juga:Supriyono, Guru Inspiratif Peraih Anugerah ASN 2023: Kembangkan Pendidikan Inklusif di Madrasah
Program ini akan bekerja sama dengan Markaz al-Inma Li Al-Abhast Wa Ad-Dirasah Al-Mustaqbaliyah, Maroko, dan akan berfokus pada kajian turots serta pengaruhnya dalam merespon isu-isu di era kontemporer.
Adapun komponen pendanaan beasiswa yang didapatkan meliputi biaya pendidikan, biaya mobilisasi, living allowance, biaya transportasi, dan biaya Asuransi.
Persyaratan peserta