Pengalaman Gus Yahya ke Vatikan: Pernah Diundang Paus Fransiskus Hadiri Dialog Antaragama
Tim langit 7
Rabu, 04 September 2024 - 13:00 WIB
Gus Yahya ke Vatikan dan menemui Paus Fransiskus. (Foto: dok. NU Online)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) telah berkali-kali datang ke Vatikan. Ia kerap menjadi pembicara yang membahas soal toleransi antarumat beragama dan perdamaian manusia, hingga berkunjung ke Vatikan untuk menemui Pemimpin Katolik Dunia Paus Fransiskus.
Dalam kapasitasnya sebagai Katib Aam PBNU, Gus Yahya menghadiri dialog antaragama di Vatikan pada Januari 2020. Ia bersama para tokoh dari tiga agama Ibrahim (Yahudi, Kristen, Islam) diundang oleh Paus Fransiskus untuk menyampaikan kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk mewujudkan perdamaian dunia.
Alur Sertifikasi Halal Gus Yahya kemudian menyampaikan tentang cita-cita peradaban mulia yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan rancangan strategis yang dibangun di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga:Presiden Jokowi Ungkap Kunjungan Paus Fransiskus Bersejarah bagi Indonesia
Ia juga menghendaki agar dialog antaragama dilakukan secara jujur, tak hanya manis di bibir, sekadar bertukar kata-kata manis.
“Dialog antaragama tidak boleh lagi hanya berhenti dengan bertukar kata-kata manis dari kitab suci dan pernyataan tokoh-tokoh suci. Sudah terlalu lama umat manusia menunggu para tokoh agama bicara sejujur-jujurnya mengenai masalah-masalah nyata yang sedang menimpa umat manusia ini, termasuk permusuhan dan konflik yang bengis di antara kelompok-kelompok berbeda agama,” ujar Gus Yahya
Gus Yahya juga pernah menjadi narasumber Konferensi Internasional yang diprakarsai Tahta Suci Vatikan pada 26-27 Januari 2021.
Dalam kapasitasnya sebagai Katib Aam PBNU, Gus Yahya menghadiri dialog antaragama di Vatikan pada Januari 2020. Ia bersama para tokoh dari tiga agama Ibrahim (Yahudi, Kristen, Islam) diundang oleh Paus Fransiskus untuk menyampaikan kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk mewujudkan perdamaian dunia.
Alur Sertifikasi Halal Gus Yahya kemudian menyampaikan tentang cita-cita peradaban mulia yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan rancangan strategis yang dibangun di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga:Presiden Jokowi Ungkap Kunjungan Paus Fransiskus Bersejarah bagi Indonesia
Ia juga menghendaki agar dialog antaragama dilakukan secara jujur, tak hanya manis di bibir, sekadar bertukar kata-kata manis.
“Dialog antaragama tidak boleh lagi hanya berhenti dengan bertukar kata-kata manis dari kitab suci dan pernyataan tokoh-tokoh suci. Sudah terlalu lama umat manusia menunggu para tokoh agama bicara sejujur-jujurnya mengenai masalah-masalah nyata yang sedang menimpa umat manusia ini, termasuk permusuhan dan konflik yang bengis di antara kelompok-kelompok berbeda agama,” ujar Gus Yahya
Gus Yahya juga pernah menjadi narasumber Konferensi Internasional yang diprakarsai Tahta Suci Vatikan pada 26-27 Januari 2021.