Pertaruhan Terakhir Diplomasi: AS Dorong Kesepakatan Israel-Hamas
Nabil
Kamis, 05 September 2024 - 07:55 WIB
Pertaruhan Terakhir Diplomasi: AS Dorong Kesepakatan Israel-Hamas
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Negosiator AS bergegas menyusun proposal gencatan senjata Gaza yang baru dalam beberapa hari mendatang, menurut laporan dari dua pejabat AS, dua sumber keamanan Mesir, dan seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut.
Proposal baru ini bertujuan untuk mengatasi poin-poin krusial yang menghambat pembicaraan selama berbulan-bulan. Pembicaraan ini dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir untuk mencapai gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hamas.
Sebagian besar kesepakatan telah dicapai, kata seorang pejabat senior administrasi Biden kepada wartawan pada hari Rabu. Namun, negosiator masih berusaha keras mencari solusi untuk dua hambatan utama.
Hambatan pertama adalah tuntutan Israel untuk mempertahankan pasukan di koridor Philadelphi, zona penyangga di Gaza selatan yang berbatasan dengan Mesir. Hambatan kedua adalah individu-individu spesifik yang akan dimasukkan dalam pertukaran sandera Hamas dan tahanan Palestina di Israel.
Pejabat AS pertama mengatakan draf kesepakatan baru bisa dihasilkan minggu depan atau bahkan lebih cepat. "Rasanya waktunya sudah habis. Jangan terkejut jika Anda melihat (draf revisi) akhir pekan ini," kata pejabat tersebut.
Pejabat administrasi menambahkan bahwa pembunuhan enam sandera oleh Hamas, yang jasadnya dikembalikan ke Israel akhir pekan lalu, mempersulit upaya ini. "Kami semua merasakan urgensinya," kata pejabat administrasi tersebut.
Direktur CIA William Burns, negosiator utama AS, memimpin kelompok kecil pejabat senior AS yang mengerjakan draf ini. Kelompok ini termasuk koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah Brett McGurk dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.
Proposal baru ini bertujuan untuk mengatasi poin-poin krusial yang menghambat pembicaraan selama berbulan-bulan. Pembicaraan ini dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir untuk mencapai gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hamas.
Sebagian besar kesepakatan telah dicapai, kata seorang pejabat senior administrasi Biden kepada wartawan pada hari Rabu. Namun, negosiator masih berusaha keras mencari solusi untuk dua hambatan utama.
Hambatan pertama adalah tuntutan Israel untuk mempertahankan pasukan di koridor Philadelphi, zona penyangga di Gaza selatan yang berbatasan dengan Mesir. Hambatan kedua adalah individu-individu spesifik yang akan dimasukkan dalam pertukaran sandera Hamas dan tahanan Palestina di Israel.
Pejabat AS pertama mengatakan draf kesepakatan baru bisa dihasilkan minggu depan atau bahkan lebih cepat. "Rasanya waktunya sudah habis. Jangan terkejut jika Anda melihat (draf revisi) akhir pekan ini," kata pejabat tersebut.
Pejabat administrasi menambahkan bahwa pembunuhan enam sandera oleh Hamas, yang jasadnya dikembalikan ke Israel akhir pekan lalu, mempersulit upaya ini. "Kami semua merasakan urgensinya," kata pejabat administrasi tersebut.
Direktur CIA William Burns, negosiator utama AS, memimpin kelompok kecil pejabat senior AS yang mengerjakan draf ini. Kelompok ini termasuk koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah Brett McGurk dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.