Pidato di Istiqlal, Paus Fransiskus Sebut Bhineka Tunggal Ika dan Puji Terowongan Silaturahmi
Lusi mahgriefie
Kamis, 05 September 2024 - 13:51 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan pidato dan menyebut slogan Bhineka Tunggal Ika.Foto/ist
Paus Fransiskus menemui sejumlah tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal hari ini, Kamis (5/9/2024). Ia pun menyampaikan pidatonya setelah menandatangani Deklarasi Istiqlal.
Sri Paus dalam pidatonya menyampaikan rasa kagum terhadap toleransi beragam yang berlangsung di Indonesia dan bagaiman toleransi itu diwujudkan berupa Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Gereja Katedral dengan Istiqlal.
Ia pun secara langsung menyebut “Bhineka Tunggal Ika” di dalam pidatonya. Sontak hal ini disambut senyum dan riuh tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal: Kehadiran Paus Bawa Harmoni Antarumat Beragama
Sri Paus berpesan supaya keragaman ini tidak dinodai dengan paksaan atas dogma satu sama lain, dan berharap agar penghargaan terhadap keyakinan masing-masing tidak jatuh dalam fundamentalisme yang keras.
“Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Saya bahagia berada di sini, di Masjid terbesar di Asia, bersama Anda semua. Saya menyapa Imam Besar dan berterima kasih atas sambutannya yang disampaikan kepada saya, yang mengingatkan kita bahwa tempat ibadah dan berdoa ini juga merupakan ‘rumah besar untuk umat manusia’, tempat setiap orang dapat masuk dan meluangkan waktu untuk diri mereka, guna menciptakan ruang bagi kerinduan akan Dia yang tak terbatas,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya.
Sri Paus dalam pidatonya menyampaikan rasa kagum terhadap toleransi beragam yang berlangsung di Indonesia dan bagaiman toleransi itu diwujudkan berupa Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Gereja Katedral dengan Istiqlal.
Ia pun secara langsung menyebut “Bhineka Tunggal Ika” di dalam pidatonya. Sontak hal ini disambut senyum dan riuh tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal: Kehadiran Paus Bawa Harmoni Antarumat Beragama
Sri Paus berpesan supaya keragaman ini tidak dinodai dengan paksaan atas dogma satu sama lain, dan berharap agar penghargaan terhadap keyakinan masing-masing tidak jatuh dalam fundamentalisme yang keras.
“Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Saya bahagia berada di sini, di Masjid terbesar di Asia, bersama Anda semua. Saya menyapa Imam Besar dan berterima kasih atas sambutannya yang disampaikan kepada saya, yang mengingatkan kita bahwa tempat ibadah dan berdoa ini juga merupakan ‘rumah besar untuk umat manusia’, tempat setiap orang dapat masuk dan meluangkan waktu untuk diri mereka, guna menciptakan ruang bagi kerinduan akan Dia yang tak terbatas,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya.