Blinken Sebut Hubungan Israel-Saudi Bisa Membaik Sebelum Biden Lengser, Akhir Permusuhan?
Nabil
Sabtu, 07 September 2024 - 05:00 WIB
Blinken Sebut Hubungan Israel-Saudi Bisa Membaik Sebelum Biden Lengser, Akhir Permusuhan?
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan pada hari Kamis bahwa ia masih berharap dapat mewujudkan kesepakatan normalisasi antara Israel dan Arab Saudi sebelum masa jabatan Presiden Joe Biden berakhir pada Januari mendatang.
"Saya pikir jika kita bisa mendapatkan gencatan senjata di Gaza, masih ada peluang selama sisa masa pemerintahan ini untuk memajukan normalisasi," ujar Blinken dalam konferensi pers di Haiti.
Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah upaya AS untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi dianggap sebagai langkah penting dalam menciptakan stabilitas kawasan.
Blinken menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza sebagai prasyarat untuk memulai pembicaraan normalisasi. Hal ini menunjukkan bahwa AS masih optimis dapat memainkan peran kunci dalam menengahi konflik yang berkepanjangan.
Meskipun waktu yang tersisa terbatas, Blinken tetap yakin bahwa kesepakatan dapat dicapai. Pernyataan ini mencerminkan tekad pemerintahan Biden untuk meninggalkan warisan positif dalam kebijakan luar negeri Timur Tengah.
"Saya pikir jika kita bisa mendapatkan gencatan senjata di Gaza, masih ada peluang selama sisa masa pemerintahan ini untuk memajukan normalisasi," ujar Blinken dalam konferensi pers di Haiti.
Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah upaya AS untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi dianggap sebagai langkah penting dalam menciptakan stabilitas kawasan.
Blinken menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza sebagai prasyarat untuk memulai pembicaraan normalisasi. Hal ini menunjukkan bahwa AS masih optimis dapat memainkan peran kunci dalam menengahi konflik yang berkepanjangan.
Meskipun waktu yang tersisa terbatas, Blinken tetap yakin bahwa kesepakatan dapat dicapai. Pernyataan ini mencerminkan tekad pemerintahan Biden untuk meninggalkan warisan positif dalam kebijakan luar negeri Timur Tengah.
(lam)