home global news

Rupiah Terpuruk! Dolar AS Mengamuk, Ekonomi RI di Ujung Tanduk?

Senin, 09 September 2024 - 16:10 WIB
Rupiah Terpuruk! Dolar AS Mengamuk, Ekonomi RI di Ujung Tanduk?
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin (9/8/2024) sore, tertekan oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh sejumlah faktor eksternal. Mata uang Indonesia iniditutup melemah 78,5 poin ke level Rp15.456 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 85 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp15.377,5.

Penguatan dolar AS dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Angka pengangguran AS terpantau lebih rendah yakni sebesar 4,2% dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 4,3%. Tingkat upah secara bulanan naik 0,7% dari perkiraan kenaikan 0,3%, sementara secara tahunan naik 3,8% dari perkiraan kenaikan 3,7%.

Data ini mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Meski ekspektasi pemangkasan suku bunga masih tinggi, kini pasar lebih condong pada pemotongan sebesar 25 basis poin dibandingkan 50 basis poin. Hal ini menyebabkan dolar AS mengalami rebound dan memberikan tekanan terhadap rupiah.

Faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah perlambatan ekonomi Jepang dan data inflasi Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal II/2024 hanya mencapai 2,9% secara tahunan, lebih rendah dari angka awal 3,1% dan perkiraan konsensus 3,2%. Sementara itu, data harga konsumen (CPI) dari Tiongkok menunjukkan tren disinflasi global, dengan harga produsen turun 1,8% per tahun pada bulan Agustus.

"Ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan moneter AS dan perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama, masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang emerging markets seperti rupiah," ujar Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi, Senin (9/9/2024).

Di sisi internal, meski terdapat sentimen positif, rupiah masih belum mampu menahan gempuran dolar AS. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2024 menunjukkan peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2024 tercatat sebesar 124,4, lebih tinggi dibandingkan 123,4 pada bulan sebelumnya.

Peningkatan IKK didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tetap optimis dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menguat. IKE yang tetap optimis terutama didorong oleh Indeks Penghasilan Saat Ini yang meningkat 1,5 poin menjadi sebesar 122,9. Sementara itu, IEK tercatat meningkat pada seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Indeks Ekspektasi Penghasilan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya