ITS Hadirkan Silaja, Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Komoditas Jagung
Tim langit 7
Rabu, 11 September 2024 - 05:55 WIB
Ketua Tim Peneliti ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD (tengah) saat menjelaskan sistem informasi Silaja.Foto/Humas ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan model dan sistem informasi untuk keberlanjutan rantai pasok jagung di Jawa Timur. Ide kreatif ini untuk mendukung keberlanjutan pasok rantai pangan di Indonesia.
Bersama Departemen Sistem Informasi ITS, program sistem yang bernama Silaja diharapkan mampu membantu Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkannya.
Menurut Ketua Tim Penelitian Terapan ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD, jagung merupakan komoditas strategis dalam sektor pertanian Indonesia. Predikat tersebut tak lain karena keberagaman manfaat komoditas jagung pada sektor industri pakan, pangan, dan bahan baku.
Baca juga: PT PAL Indonesia Ajak ITS Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
“Keberagaman manfaat ini membuktikan peran penting komoditas jagung dalam pembangunan sektor pertanian dan perekonomian nasional,” ujarnya.
Erma menuturkan, pada saat ini kondisi industri komoditas jagung tengah mengalami beberapa masalah. Di antaranya adalah rendahnya produktivitas, kelangkaan akan pupuk, dan rendahnya harga jual jagung oleh petani. Hal ini pun semakin diperparah dengan kondisi teknologi budidaya yang kurang memadai.
Dosen Departemen Sistem Informasi ITS itu berpendapat bahwa kondisi ini memerlukan peralihan manajemen rantai pasok ke sistem berbasis teknologi informasi.
Bersama Departemen Sistem Informasi ITS, program sistem yang bernama Silaja diharapkan mampu membantu Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkannya.
Menurut Ketua Tim Penelitian Terapan ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD, jagung merupakan komoditas strategis dalam sektor pertanian Indonesia. Predikat tersebut tak lain karena keberagaman manfaat komoditas jagung pada sektor industri pakan, pangan, dan bahan baku.
Baca juga: PT PAL Indonesia Ajak ITS Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
“Keberagaman manfaat ini membuktikan peran penting komoditas jagung dalam pembangunan sektor pertanian dan perekonomian nasional,” ujarnya.
Erma menuturkan, pada saat ini kondisi industri komoditas jagung tengah mengalami beberapa masalah. Di antaranya adalah rendahnya produktivitas, kelangkaan akan pupuk, dan rendahnya harga jual jagung oleh petani. Hal ini pun semakin diperparah dengan kondisi teknologi budidaya yang kurang memadai.
Dosen Departemen Sistem Informasi ITS itu berpendapat bahwa kondisi ini memerlukan peralihan manajemen rantai pasok ke sistem berbasis teknologi informasi.