Dua Mahasiswa Unesa Peraih Satu-satunya Emas Indonesia di Paralimpiade Paris 2024
Tim langit 7
Jum'at, 13 September 2024 - 10:00 WIB
Rektor Cak Hasan (kanan) bersama Leani Ratri Oktila (paling kiri-pink) di Paris.Foto/dok Unesa
Kontingen Indonesia berhasil mengantongi 14 medali dalam Paralympic atau Paralimpiade Paris 2024 pada 28 Agustus hingga 08 September 2024. Medali tersebut di antaranya disumbang mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Rektor Unesa, Nurhasan, mengatakan bahwa pada Paralimpiade Musim Panas 2924 ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 35 atlet. Dua di antaranya yaitu atlet dari Unesa yang terdiri dari Leani Ratri Oktila, mahasiswa Prodi S-3 Pendidikan Jasmani dan Tony Ricardo, mahasiswa S-2 Pendidikan Olahraga.
Dari dua mahasiswanya tersebut, Leani Ratri Oktila yang turun di Mixed Doubles SL3-SU5, atau ganda campuran cabor badminton bersama Hikmat Ramdani berhasil meraih satu-satunya medali emas dan satu medali perak untuk Indonesia.
Baca juga:Seluruh Atlet Badminton Indonesia di Paralimpiade 2024 Bawa Pulang Medali
"Leani Ratri Oktila inikan kerja di Kemenpora, tetapi lanjut kuliah berdasarkan beasiswa yang diberikan Unesa atas prestasi-prestasinya selama ini untuk Indonesia," ujar rektor yang akrab disapa Cak Hasan, yang hadir menyaksikan langsung pertandingan mahasiswanya tersebut di Paris.
Menurut Cak Hasan, penampilan Indonesia dalam Paralimpiade tahun ini sangat mengesankan dan impresif, sehingga mampu memecahkan rekor dengan perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia pada Paralimpiade. Selain itu, pada final badminton mempertemukan 'All Indonesian Final'.
Dekan FIKK Dwi Cahyo Kartiko, juga mengapresiasi penampilan gemilang yang ditunjukkan para atlet Indonesia, termasuk yang ditunjukkan mahasiswa FIKK UNESA, Tony Ricardo pada cabor judo. Kendati mahasiswanya tersebut belum berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia, tetapi perjuangannya patut diapresiasi.
Rektor Unesa, Nurhasan, mengatakan bahwa pada Paralimpiade Musim Panas 2924 ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 35 atlet. Dua di antaranya yaitu atlet dari Unesa yang terdiri dari Leani Ratri Oktila, mahasiswa Prodi S-3 Pendidikan Jasmani dan Tony Ricardo, mahasiswa S-2 Pendidikan Olahraga.
Dari dua mahasiswanya tersebut, Leani Ratri Oktila yang turun di Mixed Doubles SL3-SU5, atau ganda campuran cabor badminton bersama Hikmat Ramdani berhasil meraih satu-satunya medali emas dan satu medali perak untuk Indonesia.
Baca juga:Seluruh Atlet Badminton Indonesia di Paralimpiade 2024 Bawa Pulang Medali
"Leani Ratri Oktila inikan kerja di Kemenpora, tetapi lanjut kuliah berdasarkan beasiswa yang diberikan Unesa atas prestasi-prestasinya selama ini untuk Indonesia," ujar rektor yang akrab disapa Cak Hasan, yang hadir menyaksikan langsung pertandingan mahasiswanya tersebut di Paris.
Menurut Cak Hasan, penampilan Indonesia dalam Paralimpiade tahun ini sangat mengesankan dan impresif, sehingga mampu memecahkan rekor dengan perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia pada Paralimpiade. Selain itu, pada final badminton mempertemukan 'All Indonesian Final'.
Dekan FIKK Dwi Cahyo Kartiko, juga mengapresiasi penampilan gemilang yang ditunjukkan para atlet Indonesia, termasuk yang ditunjukkan mahasiswa FIKK UNESA, Tony Ricardo pada cabor judo. Kendati mahasiswanya tersebut belum berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia, tetapi perjuangannya patut diapresiasi.