ITS Kenalkan Teknologi AI untuk Penyandang Tunanetra
Tim langit 7
Jum'at, 13 September 2024 - 15:39 WIB
Mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS, Firania Putri Harsanti dan Pelangi Masita Wati, saat mempresentasikan sistem kerja Neutrack AI Glove
Berupaya memajukan pendidikan inklusif dan memberdayakan penyandang tunanetra, Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas).
Pengabdian tersebut dengan mengenalkan teknologi alat bantu mobilitas berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan di SMP Luar Biasa - A (SMPLB-A) Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya ini mengajak para siswa dan guru memahami dan memanfaatkan inovasi teknologi guna meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup para siswa tunanetra.
Kegiatan Abmas yang dipimpin Dini Adni Navastara SKom MSc ini merupakan hasil pengembangan dari produk yang sudah ada sebelumnya. Dini menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari produk inovasi mahasiswa yang awalnya dikembangkan sebagai final project di kelas Kecerdasan Artifisial.
“Kami ingin membawa teknologi yang lebih inklusif dan bisa diakses langsung oleh mereka yang membutuhkan, salah satunya melalui kegiatan ini,” ujar dosen Departemen Teknik Informatika ITS ini.
Baca juga:Dapatkan Pendanaan dari PLN, Antasena ITS Siap Rancang Sepeda Motor Hidrogen
Para siswa dan guru di SMPLB-A YPAB Surabaya diberikan pengenalan dan pelatihan mengenai penggunaan alat bantu bernama Neutrack AI Glove, sebuah sarung tangan pintar yang dirancang untuk membantu tunanetra dalam bernavigasi dan mengenali benda-benda di sekitarnya.
Pelatihan ini meliputi demonstrasi cara kerja alat, uji coba penggunaan di lapangan, serta diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari para pengguna. Beberapa guru menyampaikan bahwa alat ini lebih modern dan praktis dibandingkan alat bantu yang ada sebelumnya, seperti tongkat atau topi.
Pengabdian tersebut dengan mengenalkan teknologi alat bantu mobilitas berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan di SMP Luar Biasa - A (SMPLB-A) Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya ini mengajak para siswa dan guru memahami dan memanfaatkan inovasi teknologi guna meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup para siswa tunanetra.
Kegiatan Abmas yang dipimpin Dini Adni Navastara SKom MSc ini merupakan hasil pengembangan dari produk yang sudah ada sebelumnya. Dini menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari produk inovasi mahasiswa yang awalnya dikembangkan sebagai final project di kelas Kecerdasan Artifisial.
“Kami ingin membawa teknologi yang lebih inklusif dan bisa diakses langsung oleh mereka yang membutuhkan, salah satunya melalui kegiatan ini,” ujar dosen Departemen Teknik Informatika ITS ini.
Baca juga:Dapatkan Pendanaan dari PLN, Antasena ITS Siap Rancang Sepeda Motor Hidrogen
Para siswa dan guru di SMPLB-A YPAB Surabaya diberikan pengenalan dan pelatihan mengenai penggunaan alat bantu bernama Neutrack AI Glove, sebuah sarung tangan pintar yang dirancang untuk membantu tunanetra dalam bernavigasi dan mengenali benda-benda di sekitarnya.
Pelatihan ini meliputi demonstrasi cara kerja alat, uji coba penggunaan di lapangan, serta diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari para pengguna. Beberapa guru menyampaikan bahwa alat ini lebih modern dan praktis dibandingkan alat bantu yang ada sebelumnya, seperti tongkat atau topi.