Terminal Bus Menjelma Menjadi Masjid Megah di Klaten
Fajar adhitya
Ahad, 12 September 2021 - 16:00 WIB
Terminal bus yang menjelma menjadi masjid megah di Klaten. (Foto: Istimewa).
Terminal bus menjelma menjadi masjid megah di Klaten. Pada 2021 lalu, pemerintah daerah menata pangkalan bus dan angkutan umum menjadi Masjid Al Aqsha.
Kawasan Jalan Solo-Jogja, Jonggrangan Klaten merupakan pintu keluar masuk utama dari dan ke luar kota masyarakat. Di tempat itu, bus-bus kota dan angkutan umum hilir mudik mencari penumpang, dikenal dengan nama Terminal Jonggrangan.
Pada 2012 pemerintah daerah menggulirkan penataan di kawasan itu dengan mendirikan masjid agung yang kini telah berdiri megah bernama Masjid Agung Al Aqsha. Sementara terminal digeser ke kawasan Buntalan, jadi satu dengan stasiun kereta api.
Masjid Agung Al Aqsha dibangun di atas lahan seluas 5.266 meter persegi pada era kepemimpinan Bupati Sunarna sepanjang 2012 sampai 2015. Pembangunannya rampung dan digunakan secara regular pada era pemerintahan Bupati Sri Hartini.
Masjid Agung Al Aqsha yang menghabiskan anggaran APBD Klaten sebesar Rp60 miliar itu diklaim sebagai masjid terbesar dan termegah di kawasan Soloraya dan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Klaten.
Masjid Agung Al Aqsha terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi dengan taman dan tempat parkir yang cukup luas. Menara masjidnya setinggi 66,66 meter.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Klaten berencana membuka menara pandang dan diorama pada menara tersebut dengan anggaran pemeliharan Rp2 miliar.
Kawasan Jalan Solo-Jogja, Jonggrangan Klaten merupakan pintu keluar masuk utama dari dan ke luar kota masyarakat. Di tempat itu, bus-bus kota dan angkutan umum hilir mudik mencari penumpang, dikenal dengan nama Terminal Jonggrangan.
Pada 2012 pemerintah daerah menggulirkan penataan di kawasan itu dengan mendirikan masjid agung yang kini telah berdiri megah bernama Masjid Agung Al Aqsha. Sementara terminal digeser ke kawasan Buntalan, jadi satu dengan stasiun kereta api.
Masjid Agung Al Aqsha dibangun di atas lahan seluas 5.266 meter persegi pada era kepemimpinan Bupati Sunarna sepanjang 2012 sampai 2015. Pembangunannya rampung dan digunakan secara regular pada era pemerintahan Bupati Sri Hartini.
Masjid Agung Al Aqsha yang menghabiskan anggaran APBD Klaten sebesar Rp60 miliar itu diklaim sebagai masjid terbesar dan termegah di kawasan Soloraya dan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Klaten.
Masjid Agung Al Aqsha terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi dengan taman dan tempat parkir yang cukup luas. Menara masjidnya setinggi 66,66 meter.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Klaten berencana membuka menara pandang dan diorama pada menara tersebut dengan anggaran pemeliharan Rp2 miliar.