Mengenal Konsep Bogor Sport City and Tourism
Zulkarmedi siregar
Ahad, 11 Juli 2021 - 09:36 WIB
Ilustrasi Sport City and Tourism Kabupaten Bogor. Langit7/Istock
Berbagai pihak menyambut baik program city sports and tourism yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Banyak harapan, program ini bukan hanya mengenai peningkatan prestasi atlet namun juga upaya untuk membudayakan olahraga di kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Saya menilai, konsep city sport and tourism akan terwujud manakala masyarakat umum, tidak hanya atlet, dapat melaksanakan olahraga dan gemar berolahraga sambil berekreasi atau berwisata,” ujar Dr Akhmad Arifin Hadi, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University.
Ia juga menandaskan bahwa tourism atau kegiatan berwisata di Kabupaten Bogor juga bisa meningkat dan saling menguatkan satu sama lain.
“Dengan demikian, manfaat yang akan dirasakan tidak hanya pada peningkatan prestasi atlet, namun olahraga akan menjadi sebuah budaya baru bagi masyarakat dan yang paling penting kesehatan masyarakat akan meningkat,” ujar pakar arsitektur lanskap IPB University ini.
Ia mencontohkan konsep city sport and tourism di Jepang. Penggemar sepakbola itu mengaku, dari segi industri olahraga, J leage (liga bola profesional Jepang) dan liga baseball adalah industri olahraga yang sangat sukses menyedot wisatawan dari berbagai belahan dunia.
“Selain fasilitas olahraga yang sangat menunjang, penggemar maupun masyarakat umum yang datang ke stadion juga disuguhkan dengan berbagai festival dan kegiatan hiburan lainnya, bahkan mereka bisa saling menghargai satu sama lain sehingga tidak ada istilah bentrokan antar penggemar,” ujar dosen mata kuliah Desain Lanskap IPB University ini.
Ia menjelaskan, untuk mencapai Kabupaten Bogor sebagai city sport and tourism, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, merumuskan tujuan city sport and tourism yang jelas, yang kemudian menjadi dasar dalam membuat masterplan city sport and tourism tersebut. Kedua, pembuatan masterplan yang berorientasi pada hasil riset yang sudah dilakukan sebelumnya. Ketiga, implementasi masterplan yang tepat.
“Saya menilai, konsep city sport and tourism akan terwujud manakala masyarakat umum, tidak hanya atlet, dapat melaksanakan olahraga dan gemar berolahraga sambil berekreasi atau berwisata,” ujar Dr Akhmad Arifin Hadi, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University.
Ia juga menandaskan bahwa tourism atau kegiatan berwisata di Kabupaten Bogor juga bisa meningkat dan saling menguatkan satu sama lain.
“Dengan demikian, manfaat yang akan dirasakan tidak hanya pada peningkatan prestasi atlet, namun olahraga akan menjadi sebuah budaya baru bagi masyarakat dan yang paling penting kesehatan masyarakat akan meningkat,” ujar pakar arsitektur lanskap IPB University ini.
Ia mencontohkan konsep city sport and tourism di Jepang. Penggemar sepakbola itu mengaku, dari segi industri olahraga, J leage (liga bola profesional Jepang) dan liga baseball adalah industri olahraga yang sangat sukses menyedot wisatawan dari berbagai belahan dunia.
“Selain fasilitas olahraga yang sangat menunjang, penggemar maupun masyarakat umum yang datang ke stadion juga disuguhkan dengan berbagai festival dan kegiatan hiburan lainnya, bahkan mereka bisa saling menghargai satu sama lain sehingga tidak ada istilah bentrokan antar penggemar,” ujar dosen mata kuliah Desain Lanskap IPB University ini.
Ia menjelaskan, untuk mencapai Kabupaten Bogor sebagai city sport and tourism, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, merumuskan tujuan city sport and tourism yang jelas, yang kemudian menjadi dasar dalam membuat masterplan city sport and tourism tersebut. Kedua, pembuatan masterplan yang berorientasi pada hasil riset yang sudah dilakukan sebelumnya. Ketiga, implementasi masterplan yang tepat.