Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home home & garden detail berita

Mengenal Konsep Bogor Sport City and Tourism

zulkarmedi siregar Ahad, 11 Juli 2021 - 09:36 WIB
Mengenal Konsep Bogor Sport City and Tourism
Ilustrasi Sport City and Tourism Kabupaten Bogor. Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Bogor - Berbagai pihak menyambut baik program city sports and tourism yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Banyak harapan, program ini bukan hanya mengenai peningkatan prestasi atlet namun juga upaya untuk membudayakan olahraga di kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya menilai, konsep city sport and tourism akan terwujud manakala masyarakat umum, tidak hanya atlet, dapat melaksanakan olahraga dan gemar berolahraga sambil berekreasi atau berwisata,” ujar Dr Akhmad Arifin Hadi, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University.

Ia juga menandaskan bahwa tourism atau kegiatan berwisata di Kabupaten Bogor juga bisa meningkat dan saling menguatkan satu sama lain.

“Dengan demikian, manfaat yang akan dirasakan tidak hanya pada peningkatan prestasi atlet, namun olahraga akan menjadi sebuah budaya baru bagi masyarakat dan yang paling penting kesehatan masyarakat akan meningkat,” ujar pakar arsitektur lanskap IPB University ini.

Ia mencontohkan konsep city sport and tourism di Jepang. Penggemar sepakbola itu mengaku, dari segi industri olahraga, J leage (liga bola profesional Jepang) dan liga baseball adalah industri olahraga yang sangat sukses menyedot wisatawan dari berbagai belahan dunia.

“Selain fasilitas olahraga yang sangat menunjang, penggemar maupun masyarakat umum yang datang ke stadion juga disuguhkan dengan berbagai festival dan kegiatan hiburan lainnya, bahkan mereka bisa saling menghargai satu sama lain sehingga tidak ada istilah bentrokan antar penggemar,” ujar dosen mata kuliah Desain Lanskap IPB University ini.

Ia menjelaskan, untuk mencapai Kabupaten Bogor sebagai city sport and tourism, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, merumuskan tujuan city sport and tourism yang jelas, yang kemudian menjadi dasar dalam membuat masterplan city sport and tourism tersebut. Kedua, pembuatan masterplan yang berorientasi pada hasil riset yang sudah dilakukan sebelumnya. Ketiga, implementasi masterplan yang tepat.

“Ketiganya merupakan proses yang berkelanjutan. Semoga saja konsep city sport and tourism yang dicanangkan oleh Pemkab Bogor sudah mencakup tiga hal tersebut,” ujar Dr Akhmad.

Terkait pembuatan masterplan, ia menjelaskan, perlu dilakukan perumusan tujuan, inventarisasi dan analisis potensi maupun kendala, perumusan konsep hingga perencanaan dan desain. “Kemudian, lanskap yang bagaimana yang dapat menunjang city sport and tourism? Kita bisa lihat dari berbagai skala dalam masterplan,” tegasnya.

Skala yang dimaksud antara lain skala kota, dimana fasilitas-fasilitas olahraga dan fasilitas umum yang bisa digunakan untuk olahraga masyarakat dan tempat wisata. Tempat wisata olahraga tersebut dapat direncanakan dalam masterplan dalam zonasi yang tepat. Zonasi tersebut seperti zona konservasi, heritage maupun zona lain serta adanya interkonektivitas yang tepat antar zona tersebut.

“Kita lihat kompleks stadion Pakansari. Saya melihatnya bukan hanya bangunan stadion saja tetapi kompleksnya,” ujar Dr Akhmad.

Menurutnya, sekitar stadion Pakansari masih bisa dioptimalkan bukan hanya sebagai olahraga untuk meningkatkan prestasi atlet, namun juga bisa menjadi tourism sport bagi masyarakat umum. Pasalnya, apabila kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, olahraga akan menjadi budaya baru di Kabupaten Bogor. Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa menjadi lebih sehat dan lebih peduli terhadap olahraga dan fasilitas olahraga.

“Atlet bisa mengasah kemampuannya dengan fasilitas yang disediakan, sedangkan masyarakat bisa berwisata sambil berolahraga atau olahraga sambil wisata. Kita harapkan juga masyarakat lebih peduli sehingga meminimalkan tawuran antar sporter karena masyarakat rukun dan saling menjaga,” jelasnya.

Untuk mewujudkan upaya tersebut, ia menyarankan perlu ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi dan masyarakat.

“Ini penting ada kolaborasi karena dalam setiap tahapan yang tadi disebutkan butuh partisipasi dari pihak-pihak tersebut,” katanya.
Lebih lanjut ia menerangkan, kontribusi yang penting dari akademisi barangkali dalam bidang landscape research. Sebagai contoh, mengenai bagaimana identifikasi kecenderungan orang berolahraga, misalnya berapa jarak antar fasilitas istirahat yang dibutuhkan saat ber-jogging berdasarkan pendeteksian sekelompok orang berjogging menggunakan GPS tracking.

“Hasil dari landsacpe research tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan di penyusunan masterplan,” pungkasnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)