LANGIT7.ID - Penting bagi umat muslim untuk memiliki rumah tinggal optimal untuk keluarga. Tidak hanya untuk tempat singgah sementara, tetapi juga memenuhi sisi fungsional sebagai tempat membina keluarga dan bermasyarakat.
Dosen Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta, Andika Saputra menekankan bahwa rumah bukan sekadar tempat berlindung. “Rumah itu utamanya selain untuk mewadahi tubuh, juga mewadahi jiwa, dalam lingkup keluarga,” jelas Andika, pekan lalu.
Andika sedikit menyangkan kebanyakan desain rumah tinggal sekarang kurang memperhatikan kebutuhan jiwa penghuninya dan interaksi dengan masyarakat, melainkan lebih mengutamakan lingkup individual.
Dosen Arsitektur Islam ini pun merumuskan konsep pembangunan rumah yang manusiawi yang memiliki fungsi bermasyarakat. Prinsip tersebut didasarkan pada nilai Islam, yakni sakinah, mawaddah, barakah, rahmah.
SakinahSakinah dalam rumah Islam, berkaitan dengan zonasi ruang rumah yang dibedakan berdasarkan tingkat privasi. Area itu terbagi menjadi ruang publik (teras rumah, pendopo), semi-publik (ruang tamu), semi-privat (ruang keluarga, rumah makan), dan privat (kamar mandi, kamar tidur).
Selain zonasi ruang, sakinah juga tentang luasan rumah dan keperluan ruang sesuai dengan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan. Penentuan ini untuk menghindari kelebihan lahan dan ruang yang sia-sia. Prinsip ini tidak lain adalah untuk memperoleh ketenangan, rasa aman, sesuai dengan arti kata sakinah.
MawaddahMawaddah yang berarti cinta kasih, diterapkan di dalam rumah dengan menyiapkan ruang privat bagi suami-istri dan orang tua beserta fasilitas pendukung .
“Misalnya kamar tidur utama dilengkapi kamar mandi dalam, atau punya akses khusus ke kamar mandi,” papar Andika.
(foto: Langit7.id/Istock)RahmahBerdasarkan artinya yang saling menyayangi di antara keluarga, maka di dalam rumah diperlukan sebuah ruangan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan membangun kekompakan secara spiritual. Perlu menyiapkan ruangan yang diperuntukan untuk sarana belajar dan beribadah bersama.
“Karena tanggung jawab orang tua adalah mendidik, jadi usahakan ada fasilitas pendidikan di rumah seperti perpustakaan keluarga dan lain sebagainya,” jelas Andika.
Jika rumah memiliki ruang terbatas, kebutuhan pendidikan dan spiritual tersebut bisa digabungkan dengan ruang keluarga, yang diilengkapi dengan fasilitas membaca dan bisa digunakan sebagai mushalla sewaktu-waktu.
(foto: Langit7.id/Istock)Barakah“Kalau di dalam rumah sudah selesai dengan urusan keluarga, ia akan mengambil peran dan bermanfaat dalam masyarakat, sehingga keluarganya bisa mendapat barakah atau kebaikan,” ungkap Andika.
Pendekatan barakah digunakan berdasarkan kebiasaan budaya bersosialisasi dalam masyarakat, seperti melaksanakan arisan, dan pengajian di rumah. Untuk itu penting menyiapkan ruang publik yang digunakan untuk berkegiatan bersama tetangga atau masyarakat. Paling tidak tempat tersebut tersedia di lingkungan kita tinggal.
(Perwujudan Berkah dalam rumah tinggal foto: Andika Saputra)(arp)