9 Tewas dan Ribuan Orang Terluka Akibat Ledakan Massal Pager di Lebanon
Lusi mahgriefie
Rabu, 18 September 2024 - 15:26 WIB
Petugas medis mengevakuasi korban ledakan pager massal yang terjadi di Lebanon.Foto/AP
Perangkat komunikasi penyeranta atau biasa dikenal dengan sebutan Pager meledak hampir secara bersamaan, kemarin. Sedikitnya sembilan orang meninggal, termasuk anak perempuan berusia 8 tahun dan ribuan orang mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Lebanon dan Suriah. Pager yang digunakan oleh ratusan anggota kelompok militan Hizbullah tiba-tiba meledak secara bersamaan. Hizbullah dan pemerintah Lebanon menyalahkan Israel atas serangan jarak jauh yang dinilai mutakhir ini.
Melansir apnews.com, Rabu (18/9/2024), seorang pejabat Amerika mengatakan, Israel memberi pengarahan kepada Amerika pada hari Selasa setelah selesainya operasi tersebut, yang mana sejumlah kecil bahan peledak yang dikeluarkan dari pager, diledakkan.Orang tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi tersebut secara publik.
Di antara mereka yang terluka adalah duta besar Iran untuk Lebanon. Ledakan misterius itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran, yang saling baku tembak di perbatasan Israel-Lebanon sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Baca juga:Qatar Masih Berupaya Mediasi Gencatan Senjata di Gaza
Pager yang meledak tersebut tampaknya diperoleh oleh Hizbullah setelah pemimpin kelompok tersebut memerintahkan anggotanya pada bulan Februari untuk berhenti menggunakan ponsel, dan memperingatkan bahwa mereka dapat dilacak oleh intelijen Israel.
Seorang pejabat Hizbullah mengatakan kepada Associated Press bahwa pager tersebut adalah merek baru, namun menolak mengatakan sudah berapa lama alat tersebut digunakan.
Peristiwa ini terjadi di Lebanon dan Suriah. Pager yang digunakan oleh ratusan anggota kelompok militan Hizbullah tiba-tiba meledak secara bersamaan. Hizbullah dan pemerintah Lebanon menyalahkan Israel atas serangan jarak jauh yang dinilai mutakhir ini.
Melansir apnews.com, Rabu (18/9/2024), seorang pejabat Amerika mengatakan, Israel memberi pengarahan kepada Amerika pada hari Selasa setelah selesainya operasi tersebut, yang mana sejumlah kecil bahan peledak yang dikeluarkan dari pager, diledakkan.Orang tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi tersebut secara publik.
Di antara mereka yang terluka adalah duta besar Iran untuk Lebanon. Ledakan misterius itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran, yang saling baku tembak di perbatasan Israel-Lebanon sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Baca juga:Qatar Masih Berupaya Mediasi Gencatan Senjata di Gaza
Pager yang meledak tersebut tampaknya diperoleh oleh Hizbullah setelah pemimpin kelompok tersebut memerintahkan anggotanya pada bulan Februari untuk berhenti menggunakan ponsel, dan memperingatkan bahwa mereka dapat dilacak oleh intelijen Israel.
Seorang pejabat Hizbullah mengatakan kepada Associated Press bahwa pager tersebut adalah merek baru, namun menolak mengatakan sudah berapa lama alat tersebut digunakan.