LANGIT7.ID-, Mina - -
Kementerian Haji dan Umrah RI melalui
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan fasilitas di kawasan
Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Berdasarkan hasil pemantauan Satgas Operasi Armuzna bersama pihak syarikah atau penyedia layanan, sejumlah fasilitas mengalami peningkatan signifikan, terutama di kawasan
Arafah dan
Mina.
Baca juga: Penyelenggaraan Haji 2025 Lebih Tertib, Namun Perlu Evaluasi di ArmuznaDi Arafah, seluruh jalur antar-tenda kini telah dipasang kamera pengawas (
CCTV) yang aktif selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan memudahkan pengawasan selama jutaan jamaah berkumpul di lokasi
wukuf.
Selain aspek keamanan, kenyamanan jamaah juga menjadi perhatian utama. Untuk mengurangi suhu panas gurun yang ekstrem, setiap tenda dilengkapi lantai tambahan berupa
parquet atau
interlock di bawah karpet, serta dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC).
Setiap jamaah dipastikan akan mendapatkan fasilitas berupa kasur busa baru, bantal, seprai, hingga selimut. Distribusi kasur baru juga mulai dilakukan secara merata di kawasan Mina.
Perbaikan fasilitas sanitasi menjadi salah satu fokus penting tahun ini. Untuk mengurangi antrean panjang di toilet, pemerintah meminta pihak syarikah membangun area urinoir khusus pria di luar toilet utama.
Tak hanya itu, fasilitas sanitasi kini dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas melalui penyediaan jalur khusus dan tangga akses yang lebih aman.
Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap progres pembangunan dan kesiapan layanan di Armuzna.
“Pada saat awal kita melakukan pengecekan, progres baru mencapai sekitar 60 persen. Namun hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” ujar Muftiono di Mina, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Hati-Hati Heat Stroke saat Armuzna, Kenali Gejala dan Cara PencegahannyaIa optimistis seluruh fasilitas dapat rampung sepenuhnya sebelum jamaah mulai diberangkatkan ke Masyair.
“Melihat perkembangan itu, saya optimistis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud,” katanya.
Pemerintah berharap peningkatan layanan ini dapat membantu jemaah Indonesia menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih khusyuk, aman, dan nyaman, sehingga mampu meraih haji yang mabrur.
(est)