Heboh! Senator AS Ini Mau Hentikan Penjualan Senjata ke Israel
Nabil
Kamis, 19 September 2024 - 05:10 WIB
Heboh! Senator AS Ini Mau Hentikan Penjualan Senjata ke Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Senator AS Bernie Sanders pada hari Rabu mengumumkan rencananya untuk mengajukan undang-undang yang bertujuan menghentikan penjualan senjata ofensif AS ke Israel. Alasannya? Sanders prihatin dengan dampak kampanye Israel melawan Hamas terhadap warga sipil.
Sanders, seorang independen yang beraliansi dengan Demokrat, mengatakan akan mengajukan Resolusi Penolakan Bersama minggu depan. Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata AS memberi Kongres hak untuk menghentikan penjualan senjata asing besar dengan mengesahkan resolusi penolakan.
Meskipun belum ada resolusi semacam itu yang berhasil lolos di Kongres dan bertahan dari veto presiden, undang-undang ini mewajibkan Senat untuk melakukan pemungutan suara jika resolusi diajukan. Di masa lalu, hal ini pernah memicu perdebatan sengit yang memalukan bagi presiden terdahulu.
"Menyediakan lebih banyak senjata ofensif untuk melanjutkan perang yang menghancurkan ini akan melanggar hukum AS dan internasional," tegas Sanders dalam pernyataannya.
Presiden Joe Biden telah menghadapi desakan dari sesama anggota Partai Demokrat selama kampanye Israel di Gaza untuk menekan pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar meringankan krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina tersebut.
Dalam pengumumannya, Sanders mencatat bahwa administrasi Biden bulan lalu menyetujui penjualan senjata senilai lebih dari $20 miliar ke Israel. Penjualan ini termasuk sistem yang terkait dengan puluhan ribu kematian warga sipil di Gaza. Menurutnya, mengekspor senjata semacam itu akan melanggar ketentuan hak asasi manusia dalam Undang-Undang Bantuan Luar Negeri tahun 1961 dan Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pengumuman Sanders ini.
Sanders, seorang independen yang beraliansi dengan Demokrat, mengatakan akan mengajukan Resolusi Penolakan Bersama minggu depan. Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata AS memberi Kongres hak untuk menghentikan penjualan senjata asing besar dengan mengesahkan resolusi penolakan.
Meskipun belum ada resolusi semacam itu yang berhasil lolos di Kongres dan bertahan dari veto presiden, undang-undang ini mewajibkan Senat untuk melakukan pemungutan suara jika resolusi diajukan. Di masa lalu, hal ini pernah memicu perdebatan sengit yang memalukan bagi presiden terdahulu.
"Menyediakan lebih banyak senjata ofensif untuk melanjutkan perang yang menghancurkan ini akan melanggar hukum AS dan internasional," tegas Sanders dalam pernyataannya.
Presiden Joe Biden telah menghadapi desakan dari sesama anggota Partai Demokrat selama kampanye Israel di Gaza untuk menekan pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar meringankan krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina tersebut.
Dalam pengumumannya, Sanders mencatat bahwa administrasi Biden bulan lalu menyetujui penjualan senjata senilai lebih dari $20 miliar ke Israel. Penjualan ini termasuk sistem yang terkait dengan puluhan ribu kematian warga sipil di Gaza. Menurutnya, mengekspor senjata semacam itu akan melanggar ketentuan hak asasi manusia dalam Undang-Undang Bantuan Luar Negeri tahun 1961 dan Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pengumuman Sanders ini.