Ribuan Mahasiswa Baru UM Surabaya Ekspresikan Kesehatan Mental Lewat “Brainpression”
Tim langit 7
Rabu, 25 September 2024 - 09:00 WIB
Foto mahasiswa baru UM Surabaya melukis serentak terkait isu kesehatan mental di halaman kampus.Foto/Antara
Ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melukis serentak pada kegiatan Project Social yang merupakan serangkaian agenda Mastama, Ordik, Expo UKM (MOX).
Dengan mengangkat tema mental health, ribuan Gen-Z mengekspresikan kesehatan mental melalui lukisan “Brainpression” sebuah ekspresi yang bersumber dari isi kepala, atau yang sedang dipikirkan individu dalam situasi yang sedang dihadapi. Tak hanya melukis, ribuan maba juga melakukan campaign mental health awareness.
Usai melukis, lukisan tersebut dibentangkan di titik kampus sebagai pengingat bahwa kesehatan mental menjadi isu yang krusial di negeri ini dan menjadi isu yang paling banyak disorot anak muda zaman sekarang.
Kepala Kemahasiswaan UM Surabaya, Khoirul Anam mengatakan, mahasiswa baru UM Surabaya mayoritas adalah generasi Gen-Z yang merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012, mereka sekarang berusia 8-23 tahun, dan dalam banyak penelitian disebut, bahwa generasi Gen-Z adalah generasi yang paling rentan mengalami stres.
Baca juga:UIN Bandung Jadi PTKN Terbaik di Indonesia Versi AD Scientific Index 2025
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian The American Art Therapy Association melakukan aktivitas kreatif selama 45 menit dapat mengurangi stress hal ini terkait dengan pengurangan kadar kortisol ketika seseorang berkegiatan seni. Ia berharap kegiatan melukis yang dilakukan ribuan mahasiswa baru memiliki dampak yang positif dalam kesehatan mental.
“Gangguan kesehatan mental yang paling banyak ditemui pada Gen Z adalah gangguan kecemasan, depresi, dan bunuh diri,” kata Khoirul.
Dengan mengangkat tema mental health, ribuan Gen-Z mengekspresikan kesehatan mental melalui lukisan “Brainpression” sebuah ekspresi yang bersumber dari isi kepala, atau yang sedang dipikirkan individu dalam situasi yang sedang dihadapi. Tak hanya melukis, ribuan maba juga melakukan campaign mental health awareness.
Usai melukis, lukisan tersebut dibentangkan di titik kampus sebagai pengingat bahwa kesehatan mental menjadi isu yang krusial di negeri ini dan menjadi isu yang paling banyak disorot anak muda zaman sekarang.
Kepala Kemahasiswaan UM Surabaya, Khoirul Anam mengatakan, mahasiswa baru UM Surabaya mayoritas adalah generasi Gen-Z yang merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012, mereka sekarang berusia 8-23 tahun, dan dalam banyak penelitian disebut, bahwa generasi Gen-Z adalah generasi yang paling rentan mengalami stres.
Baca juga:UIN Bandung Jadi PTKN Terbaik di Indonesia Versi AD Scientific Index 2025
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian The American Art Therapy Association melakukan aktivitas kreatif selama 45 menit dapat mengurangi stress hal ini terkait dengan pengurangan kadar kortisol ketika seseorang berkegiatan seni. Ia berharap kegiatan melukis yang dilakukan ribuan mahasiswa baru memiliki dampak yang positif dalam kesehatan mental.
“Gangguan kesehatan mental yang paling banyak ditemui pada Gen Z adalah gangguan kecemasan, depresi, dan bunuh diri,” kata Khoirul.