5 Masjid Futuristik di Indonesia, Dari Mirip Origami Sampai Berbentuk Kubus
Fajar adhitya
Senin, 13 September 2021 - 09:03 WIB
Masjid Al Safar yang berlokasi di rest area KM 88 B Tol Cipularang, Bandung, Jawa Barat diarsiteki oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (foto: Jasa Marga)
Indonesia memiliki banyak masjid dengan gaya arsitektur futuristik. Masjid dengan desain arsitektur futuristik biasanya mengedepankan keindahan geometri dengan konsep modern minimalis.
Selain menekankan keindahan masa depan, masjid bergaya futuristik juga didesain ramah lingkungan dengan memaksimalkan tata cahaya alami dan sirkulasi udara pada bentuk bangunan. Berikut 5 masjid indah bergaya futuristik di Indonesia.
1. Masjid Al Safar
Masjid Al Safar merupakan masjid megah bergaya futuristik yang berlokasi di rest area KM 88 B Tol Cipularang, Bandung, Jawa Barat. Perancangnya adalah eks Wali Kota Bandung yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Jika dilihat, Masjid ini sekilas mirip seperti karya kertas lipat atau origami. Sebab Masjid Al Safar adalah eksperimentasi teori lipat folding architecture untuk menghasilkan suatu bentuk keindahan konfigurasi bentuk. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas yang bisa dilipat, potong, tekan dan sebagainya.
2. Masjid Agung Batam
Selain menekankan keindahan masa depan, masjid bergaya futuristik juga didesain ramah lingkungan dengan memaksimalkan tata cahaya alami dan sirkulasi udara pada bentuk bangunan. Berikut 5 masjid indah bergaya futuristik di Indonesia.
1. Masjid Al Safar
Masjid Al Safar merupakan masjid megah bergaya futuristik yang berlokasi di rest area KM 88 B Tol Cipularang, Bandung, Jawa Barat. Perancangnya adalah eks Wali Kota Bandung yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Jika dilihat, Masjid ini sekilas mirip seperti karya kertas lipat atau origami. Sebab Masjid Al Safar adalah eksperimentasi teori lipat folding architecture untuk menghasilkan suatu bentuk keindahan konfigurasi bentuk. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas yang bisa dilipat, potong, tekan dan sebagainya.
2. Masjid Agung Batam