home edukasi & pesantren

Kuliah Tamu di UINSA, Prof. Cyril Hovorun: Politisasi Agama Sumber Konflik yang Merusak

Kamis, 26 September 2024 - 12:00 WIB
Prof. Cyril Hovorun saat menyampaikan materi kuliah tamu di hadapan mahasiswa FISIP Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menghadirkan dosen tamu, Prof. Cyril Hovorun.

Profesor asal Ukraina yang juga mengajar di berbagai universitas terkemuka seperti Gregorian University of Rome dan universitas-universitas di Swedia dan Los Angeles, berbicara mengenai interaksi kompleks antara agama, politik dan legitimasi kekuasaan di berbagai belahan dunia.

Hovorun menjelaskan, agama sering kali dijadikan alat legitimasi politik oleh para pemimpin, baik di masa lalu maupun saat ini. Dia menyontohkan bagaimana di zaman Kekaisaran Romawi, para pemimpin dipuja layaknya dewa dan menggunakannya sebagai simbol kekuasaan.

Baca juga:UIN Bandung Jadi PTKN Terbaik di Indonesia Versi AD Scientific Index 2025

Tradisi ini, menurut Hovorun, dihidupkan kembali oleh tokoh-tokoh politik modern seperti Mussolini di Italia pada 1930-an dan bahkan terlihat dalam kultus yang berkembang di sekitar Presiden Vladimir Putin di Rusia.

Hovorun juga menjelaskan, fenomena agama politik ini tidak terbatas pada Eropa. Di China kuno, misalnya, Kaisar dipandang sebagai mediator antara langit dan bumi, sebuah bentuk legitimasi spiritual yang digunakan untuk memperkuat kekuasaan politik.

Dalam konteks kontemporer, Prof. Hovorun menyoroti bagaimana agama digunakan dalam perang di Eropa, terutama terkait konflik di Ukraina.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya