Mendag Zulhas Optimistis Indonesia Emas 2045 Bisa Tercapai Lebih Cepat
Tim langit 7
Jum'at, 27 September 2024 - 04:00 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, optimistis Indonesia Emas 2045 dapat diraih lebih cepat dengan melihat perkembangan ekonomi digital.
“Saya optimistis Indonesia Emas 2045 bisa diraih lebih cepat,” katanya saat menghadiri #GlowUpBareng di Universitas Brawijaya, Rabu (25/9/2024).
Menurutnya, sektor ekonomi digital semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi terhadap nilai perdagangan dunia. Hal tersebut merupakan momentum untuk menggenjot sektor ekonomi digital nasional, karena Indonesia memiliki potensi yang tidak kecil di era ekonomi digitalini.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh di era ekonomi digital. Di masa mendatang, ekonomi digital diprediksi menjadi salah satu sumber utama pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung tingkat penetrasi internet Indonesia yang pada 2024 ini mencapai sebesar 79,5 persen,” ujar Zulhas.
Baca juga:Gelombang Baru Ekonomi Syariah, Indonesia Menuju Puncak Global
Saat ini, ekosistem ekonomi digital Indonesia telah mengalami kemajuan pesat. Di antaranya, naiknya peringkat Indonesia pada World Digital Competitiveness Ranking, dari peringkat ke-56 pada 2019 menjadi peringkat ke-45 pada 2023.
Selain itu, Indonesia merupakan kontributor terbesar ekonomi digital Asia Tenggara. Berdasarkan hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2023, nilai Gross Merchandise Value(GMV) ekonomi digital Indonesia tercatat mencapai USD 82 miliar atau 40persendari ekonomi digital ASEAN. Kemajuan lainnya, Indonesia saat ini merupakan peringkat ke-2 negara dengan tujuan investasi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sebesar USD21,97 miliar.
“Saya optimistis Indonesia Emas 2045 bisa diraih lebih cepat,” katanya saat menghadiri #GlowUpBareng di Universitas Brawijaya, Rabu (25/9/2024).
Menurutnya, sektor ekonomi digital semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi terhadap nilai perdagangan dunia. Hal tersebut merupakan momentum untuk menggenjot sektor ekonomi digital nasional, karena Indonesia memiliki potensi yang tidak kecil di era ekonomi digitalini.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh di era ekonomi digital. Di masa mendatang, ekonomi digital diprediksi menjadi salah satu sumber utama pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung tingkat penetrasi internet Indonesia yang pada 2024 ini mencapai sebesar 79,5 persen,” ujar Zulhas.
Baca juga:Gelombang Baru Ekonomi Syariah, Indonesia Menuju Puncak Global
Saat ini, ekosistem ekonomi digital Indonesia telah mengalami kemajuan pesat. Di antaranya, naiknya peringkat Indonesia pada World Digital Competitiveness Ranking, dari peringkat ke-56 pada 2019 menjadi peringkat ke-45 pada 2023.
Selain itu, Indonesia merupakan kontributor terbesar ekonomi digital Asia Tenggara. Berdasarkan hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2023, nilai Gross Merchandise Value(GMV) ekonomi digital Indonesia tercatat mencapai USD 82 miliar atau 40persendari ekonomi digital ASEAN. Kemajuan lainnya, Indonesia saat ini merupakan peringkat ke-2 negara dengan tujuan investasi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sebesar USD21,97 miliar.