Cegah Risiko Serangan Jantung, Pakar Gizi Imbau Batasi Asupan Garam
Esti setiyowati
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 20:00 WIB
ilustrasi
Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menyebutkan, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu sekitar 650.000 jiwa per tahun. Penyebabnya termasuk usia, genetik, obesitas, dan penyakit metabolik seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.
Spesialis gizi klinik, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, menekankan pentingnya untuk membatasi asupan garam untuk mencegah risiko serangan jantung.
"Konsumsi garam yang berlebihan merupakan salah satu pemicu utama hipertensi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," kata dr Yohan dalam siaran pers Ajinomoto, Jumat (4/10/2024).
Garam atau natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hanya saja, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi, di mana garam menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Baca juga:Apa Itu Sindrom Kematian Mendadak? Diduga Dialami Marissa Haque
"Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk bisa membatasi asupan gula, garam, lemak (GGL), sebagaimana juga direkomendasikan oleh Kemenkes RI. Nah, dari faktor-faktor yang saya sebutkan, tentu saja menerapkan gaya hidup sehat menjadi cara yang paling baik untuk terhindar dari faktor risiko serangan jantung,” ungkap dr. Yohan.
Ia menekankan pentingnya memasak makanan rumahan dan mengurangi konsumsi makanan kemasan yang sering mengandung garam tersembunyi.
Spesialis gizi klinik, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, menekankan pentingnya untuk membatasi asupan garam untuk mencegah risiko serangan jantung.
"Konsumsi garam yang berlebihan merupakan salah satu pemicu utama hipertensi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," kata dr Yohan dalam siaran pers Ajinomoto, Jumat (4/10/2024).
Garam atau natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hanya saja, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi, di mana garam menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Baca juga:Apa Itu Sindrom Kematian Mendadak? Diduga Dialami Marissa Haque
"Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk bisa membatasi asupan gula, garam, lemak (GGL), sebagaimana juga direkomendasikan oleh Kemenkes RI. Nah, dari faktor-faktor yang saya sebutkan, tentu saja menerapkan gaya hidup sehat menjadi cara yang paling baik untuk terhindar dari faktor risiko serangan jantung,” ungkap dr. Yohan.
Ia menekankan pentingnya memasak makanan rumahan dan mengurangi konsumsi makanan kemasan yang sering mengandung garam tersembunyi.