Lahir di Surabaya, NU Mengemban Semangat Kosmopolitanisme bagi Masyarakat
Tim langit 7
Senin, 07 Oktober 2024 - 04:00 WIB
Sarasehan kebangsaan bertema Berdirinya NU dan Resolusi Jihad NU sebagai Salah Satu Pilar Kemerdekaan Indonesia, di Gedung Soetandyo Wignjosubroto, Universitas Airlangga
Keberadaan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, dinilai tidak fair dalam mendokumentasikan peran perjuangan para santri, dalam Perang 10 November 1945.
Pemkot Surabaya sebagai pengelolanya masih menisbikan para pejuang yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah.
Di sisi lain, pemerintah pusat telah menetapkan momentum lahirnya Resolusi Jihad NU sebagai Hari Santri. Resolusi Jihad NU, turut mengibarkan semangat perang 10 November 1945 diperkuat Fatwa Jihad KH M Hasyim Asy'ari, Rais Akbar NU sehingga mobilisasi massa kaum santri terjadi dari berbagai daerah di Jawa dan Madura
Hal itu terungkap dalam Sarasehan kebangsaan bertema "Berdirinya NU dan Resolusi Jihad NU sebagai Salah Satu Pilar Kemerdekaan Indonesia", di Gedung Soetandyo Wignjosubroto, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Minggu 6 Oktober 2024.
Baca juga:Perkuat Reputasi Akademik Global, Mahasiswa Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Presentasi di Tiga Negara
Kegiatan menyambut Hari Santri Nasional menghadirkan pembicara Riadi Ngasiran (Sejarawan aktivis NU) , Ihsan Rosyid (Dosen Sejarah FIB Unair) dengan moderator Fahrul Muzakki (Fisip Unair). Diinisiasi MWC NU Gubeng Kota Surabaya, dihadiri Wakil Sekretaris PCNU Surabaya Gus Miftah Jauhari al-Ngindeni, KH Sulaiman (Rais), KH Muslimin, dengan peserta lebih dari 100 peserta, terdiri dari pengurus MWC dan Ranting, banom NU, serta PMII, IPNU IPPNU.
Laskar Hizbullah dan Sabilillah Berjuang
Pemkot Surabaya sebagai pengelolanya masih menisbikan para pejuang yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah.
Di sisi lain, pemerintah pusat telah menetapkan momentum lahirnya Resolusi Jihad NU sebagai Hari Santri. Resolusi Jihad NU, turut mengibarkan semangat perang 10 November 1945 diperkuat Fatwa Jihad KH M Hasyim Asy'ari, Rais Akbar NU sehingga mobilisasi massa kaum santri terjadi dari berbagai daerah di Jawa dan Madura
Hal itu terungkap dalam Sarasehan kebangsaan bertema "Berdirinya NU dan Resolusi Jihad NU sebagai Salah Satu Pilar Kemerdekaan Indonesia", di Gedung Soetandyo Wignjosubroto, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Minggu 6 Oktober 2024.
Baca juga:Perkuat Reputasi Akademik Global, Mahasiswa Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Presentasi di Tiga Negara
Kegiatan menyambut Hari Santri Nasional menghadirkan pembicara Riadi Ngasiran (Sejarawan aktivis NU) , Ihsan Rosyid (Dosen Sejarah FIB Unair) dengan moderator Fahrul Muzakki (Fisip Unair). Diinisiasi MWC NU Gubeng Kota Surabaya, dihadiri Wakil Sekretaris PCNU Surabaya Gus Miftah Jauhari al-Ngindeni, KH Sulaiman (Rais), KH Muslimin, dengan peserta lebih dari 100 peserta, terdiri dari pengurus MWC dan Ranting, banom NU, serta PMII, IPNU IPPNU.
Laskar Hizbullah dan Sabilillah Berjuang