Dokter Vito: Anda Bisa Dicovidkan jika Tidak Pakai Masker
Ilham
Ahad, 11 Juli 2021 - 14:20 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Istilah dicovidkan sudah menjadi istilah lazim selama masa pandemi Covid-19. Namun, kerap kali istilah ini disalahartikan. Terkadang, seseorang merasa khawatir ke dokter jika mengalami flu, demam, atau sejenisnya. Alasannya sederhana, karena takut “dicovidkan’.
Istilah ini juga dipakai oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A Damay. Namun, menurut dia, orang yang dicovidkan itu sebenarnya bukan karena ia datang ke dokter lalu memeriksakan kesehatan dirinya.
Yang benar, datanglah ke dokter untuk memastikan diri Anda tidak terpapar Covid-19. Tentu, perlu juga menjalani tes swab atau antigen. Bagaimana jika “dicovidkan”?
Menurut Dokter Vito, seseorang bisa dicovidkan karena tidak taat protokol kesehatan. Pada kondisi ini, Anda rentan terpapar Covid-19 karena abai pada protokol kesehatan.
Dokter Vito yang kerap menjadi pembicara dan moderator acara kesehatan itu berpesan agar Anda tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas untuk membantu mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.
“Tidak pakai masker itu namanya Anda dicovidkan. Kalau Anda menularkan pada orang lain itu berarti Anda mengcovidkan orang lain. Jangan mau dicovidkan, jangan mau ditularkan atau menularkan pada orang lain, pakai maskernya,” kataya, dilansir indonesiainside.id, Ahad (11/7).
Dia juga menjelaskan perbedaan antara flu dan terpapar Covid-19 berbeda. Walau memiliki gejala mirip, ada sejumlah hal yang membedakan antara flu biasa dan Covid-19. Dengan begitu, Anda yang sebenarnya flu atau demam tak perlu khawatir dinyatakan terpapar Covid-19.
Istilah ini juga dipakai oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A Damay. Namun, menurut dia, orang yang dicovidkan itu sebenarnya bukan karena ia datang ke dokter lalu memeriksakan kesehatan dirinya.
Yang benar, datanglah ke dokter untuk memastikan diri Anda tidak terpapar Covid-19. Tentu, perlu juga menjalani tes swab atau antigen. Bagaimana jika “dicovidkan”?
Menurut Dokter Vito, seseorang bisa dicovidkan karena tidak taat protokol kesehatan. Pada kondisi ini, Anda rentan terpapar Covid-19 karena abai pada protokol kesehatan.
Dokter Vito yang kerap menjadi pembicara dan moderator acara kesehatan itu berpesan agar Anda tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas untuk membantu mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.
“Tidak pakai masker itu namanya Anda dicovidkan. Kalau Anda menularkan pada orang lain itu berarti Anda mengcovidkan orang lain. Jangan mau dicovidkan, jangan mau ditularkan atau menularkan pada orang lain, pakai maskernya,” kataya, dilansir indonesiainside.id, Ahad (11/7).
Dia juga menjelaskan perbedaan antara flu dan terpapar Covid-19 berbeda. Walau memiliki gejala mirip, ada sejumlah hal yang membedakan antara flu biasa dan Covid-19. Dengan begitu, Anda yang sebenarnya flu atau demam tak perlu khawatir dinyatakan terpapar Covid-19.