Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Februari 2024
home lifestyle muslim detail berita

Dokter Vito: Anda Bisa Dicovidkan jika Tidak Pakai Masker

Ilham Ahad, 11 Juli 2021 - 14:20 WIB
Dokter Vito: Anda Bisa Dicovidkan jika Tidak Pakai Masker
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Istilah dicovidkan sudah menjadi istilah lazim selama masa pandemi Covid-19. Namun, kerap kali istilah ini disalahartikan. Terkadang, seseorang merasa khawatir ke dokter jika mengalami flu, demam, atau sejenisnya. Alasannya sederhana, karena takut “dicovidkan’.

Istilah ini juga dipakai oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A Damay. Namun, menurut dia, orang yang dicovidkan itu sebenarnya bukan karena ia datang ke dokter lalu memeriksakan kesehatan dirinya.

Yang benar, datanglah ke dokter untuk memastikan diri Anda tidak terpapar Covid-19. Tentu, perlu juga menjalani tes swab atau antigen. Bagaimana jika “dicovidkan”?

Menurut Dokter Vito, seseorang bisa dicovidkan karena tidak taat protokol kesehatan. Pada kondisi ini, Anda rentan terpapar Covid-19 karena abai pada protokol kesehatan.

Dokter Vito yang kerap menjadi pembicara dan moderator acara kesehatan itu berpesan agar Anda tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas untuk membantu mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

“Tidak pakai masker itu namanya Anda dicovidkan. Kalau Anda menularkan pada orang lain itu berarti Anda mengcovidkan orang lain. Jangan mau dicovidkan, jangan mau ditularkan atau menularkan pada orang lain, pakai maskernya,” kataya, dilansir indonesiainside.id, Ahad (11/7).

Dia juga menjelaskan perbedaan antara flu dan terpapar Covid-19 berbeda. Walau memiliki gejala mirip, ada sejumlah hal yang membedakan antara flu biasa dan Covid-19. Dengan begitu, Anda yang sebenarnya flu atau demam tak perlu khawatir dinyatakan terpapar Covid-19.

Dia mengatakan, antara Covid-19 dan flu umumnya sama-sama memiliki gejala pilek dan hidung tersumbat. Gejala Covid-19 juga sama. Ada demam, batuk, tenggorokan tak nyaman, kadang juga mual, atau diare. Kadang juga timbul bercak-bercak kemerahan di kulit mirip seperti alergi, badan terasa lemas, mudah lelah sehingga membuat penderitanya ingin terus beristirahat.

Selain itu, sekitar 87 persen orang dengan Covid-19 tidak bisa mencium aroma baik itu makanan, tubuhnya, maupun yang lainnya atau disebut anosmia. Gejala ini dialami pasien walau hidungnya tak tersumbat.

“Walau sama-sama pilek, hidung tersumbat, meler, tetapi Covid-19 biasanya punya gejala anosmia atau tidak bisa mencium aroma atau kehilangan (kemampuan) indera penciumannya. 87 persen orang dengan Covid-19 punya keluhan anosmia,” kata Vito yang bepraktik di Siloam Hospitals Lippo Village itu melalui pesan video yang diunggah di laman media sosialnya, Ahad (11/7).

Penyebab anosmia ini bukan hidung tersumbat atau pilek, melainkan karena neuron sensorik penciuman tidak bisa mengekspresikan gen yang mengkode protein reseptor ACE2 (yang digunakan virus SARS-CoV-2 untuk memasuki sel manusia), ungkap studi dalam jurnal Science Advances pada 24 Juli 2020.

Seperti dikutip dari laman resmi HMS, peneliti salah satunya profesor neurobiologi di Blavatnik Institute, Harvard Medical School (HMS), Sandeep Robert Datta, menemukan, virus corona mengubah indera penciuman pada pasien, tidak dengan menginfeksi neuron secara langsung tetapi memengaruhi fungsi sel pendukung.

Sementara itu, orang dengan flu tidak mengalami anosmia. Walau hidungnya tersumbat, namun dia masih bisa menghirup aroma misalnya makanan. Jadi, anosmia bukan berarti karena hidungnya tersumbat karena pileknya.

Perbedaan lain antara flu dan Covid-19, yakni infeksi virus SARS-CoV-2 menyebabkan paru-paru basah sehingga akan tampak bercak-bercak atau bulat-bulat pada hasil rontgen thorax pasien Covid-19.

Orang dengan Covid-19 juga mengalami penurunan saturasi oksigen yang ini tidak didapatkan pada orang dengan flu biasa. Walaupun sama-sama punya gejala hidung tersumbat, saturasi oksigen pada oximeter orang yang terkena flu tidak akan turun dari angka normal (yakni 95-100 persen).

Hal lain yang membedakan, Covid-19 menyebabkan D-Dimer naik atau gangguan pembekuan darah yang tidak didapatkan pada orang dengan flu biasa. Terakhir, untuk memastikan seseorang terkena Covid-19 atau flu maka dia perlu menjalani tes PCR, terutama bila mempunyai riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

“Kalau flu harus diswab juga? Ya karena gejalanya mirip sebaiknya Anda lakukan daripada menyesal apalagi kalau punya riwayat kontak dengan orang yang positif,” ujar Vito.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:09
Ashar
15:16
Maghrib
18:16
Isya
19:26
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan