Inovasi Terapi Injeksi Sendi Turunkan Morbiditas Osteoartritis
Tim langit 7
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:00 WIB
Posyandu Larasati di Dukuh Kupang, Surabaya, berhasil menurunkan morbiditas osteoartritis pada lansia.Foto/ist
Posyandu Larasati di Dukuh Kupang, Surabaya, berhasil menurunkan morbiditas Osteoartritis pada lansia. Keberhasilan ini dilakukan dengan program pemberdayaan kader dan edukasi pengendalian diet karbohidrat, diiringi terapi injeksi sendi.
Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi tim Abdimas Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dengan dukungan dana dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2024 sebesar Rp.40.000.000, ditambah dukungan
Dana Internal Pengabdian kepada Masyarakat ENIMAS Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tahun 2024 sebesar Rp.50.000.000.
"Kami menyadari bahwa osteoartritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan bagi lansia. Melalui program ini, kami ingin memberdayakan kader Posyandu dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengendalian diet karbohidrat serta terapi injeksi sendi sebagai solusi dalam mengurangi nyeri/ morbiditas dan meningkatkan mobilitas pasien," ujar Ketua Tim Abdimas , Dr.dr.Ibrahim Njoto, M.Hum., M.Ked PA.
Program ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu:
Pertama, pemberdayaan kader posyandu
Kader Posyandu dilatih untuk memahami Osteoartritis, cara deteksi dini, dan edukasi tentang diet rendah karbohidrat.
Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi tim Abdimas Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dengan dukungan dana dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2024 sebesar Rp.40.000.000, ditambah dukungan
Dana Internal Pengabdian kepada Masyarakat ENIMAS Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tahun 2024 sebesar Rp.50.000.000.
"Kami menyadari bahwa osteoartritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan bagi lansia. Melalui program ini, kami ingin memberdayakan kader Posyandu dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengendalian diet karbohidrat serta terapi injeksi sendi sebagai solusi dalam mengurangi nyeri/ morbiditas dan meningkatkan mobilitas pasien," ujar Ketua Tim Abdimas , Dr.dr.Ibrahim Njoto, M.Hum., M.Ked PA.
Program ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu:
Pertama, pemberdayaan kader posyandu
Kader Posyandu dilatih untuk memahami Osteoartritis, cara deteksi dini, dan edukasi tentang diet rendah karbohidrat.