Tegang! Iran Tuding AS-Israel Berkonspirasi untuk Perang Besar
Nabil
Selasa, 22 Oktober 2024 - 11:19 WIB
Tegang! Iran Tuding AS-Israel Berkonspirasi untuk Perang Besar
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran melalui perwakilannya di PBB pada Senin mengungkapkan kekhawatiran serius terkait keterlibatan Amerika Serikat dalam potensi serangan militer Israel ke Iran. Mereka menuding Washington memberikan "persetujuan diam-diam".
Dalam surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan, Iran mengkritik pernyataan terbaru Presiden Joe Biden yang mengaku mengetahui rencana Israel untuk menyerang Iran.
Baca juga: BREAKING NEWS: Amerika Serikat Selidiki Kebocoran Dokumen Rahasia Rencana Serangan Israel ke Iran
"Pernyataan provokatif ini sangat mengkhawatirkan karena mengindikasikan dukungan AS terhadap agresi militer ilegal Israel ke Iran," tulis surat tersebut. Iran menegaskan bahwa sikap ini bertentangan dengan klaim Washington yang selama ini mendukung "de-eskalasi di Timur Tengah."
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui akun X pada 18 Oktober memperingatkan: "Siapapun yang mengetahui 'bagaimana dan kapan Israel akan menyerang Iran', serta memberikan dukungan untuk tindakan gegabah ini, harus bertanggung jawab atas segala kemungkinan korban."
Baca juga: Viral! Gadis Palestina Gendong Adik yang Terluka di Tengah Konflik Gaza, Berjalan 1 Jam Demi Pengobatan
Iran menuding AS terlibat dengan "menyediakan keahlian teknis dan persenjataan canggih, termasuk sistem pertahanan udara mutakhir ke Israel." Mereka menuduh Washington ikut bertanggung jawab "dalam setiap agresi Israel terhadap Iran dan konsekuensinya."
Dalam surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan, Iran mengkritik pernyataan terbaru Presiden Joe Biden yang mengaku mengetahui rencana Israel untuk menyerang Iran.
Baca juga: BREAKING NEWS: Amerika Serikat Selidiki Kebocoran Dokumen Rahasia Rencana Serangan Israel ke Iran
"Pernyataan provokatif ini sangat mengkhawatirkan karena mengindikasikan dukungan AS terhadap agresi militer ilegal Israel ke Iran," tulis surat tersebut. Iran menegaskan bahwa sikap ini bertentangan dengan klaim Washington yang selama ini mendukung "de-eskalasi di Timur Tengah."
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui akun X pada 18 Oktober memperingatkan: "Siapapun yang mengetahui 'bagaimana dan kapan Israel akan menyerang Iran', serta memberikan dukungan untuk tindakan gegabah ini, harus bertanggung jawab atas segala kemungkinan korban."
Baca juga: Viral! Gadis Palestina Gendong Adik yang Terluka di Tengah Konflik Gaza, Berjalan 1 Jam Demi Pengobatan
Iran menuding AS terlibat dengan "menyediakan keahlian teknis dan persenjataan canggih, termasuk sistem pertahanan udara mutakhir ke Israel." Mereka menuduh Washington ikut bertanggung jawab "dalam setiap agresi Israel terhadap Iran dan konsekuensinya."