Awas! Kekurangan Vitamin D Picu Risiko Penyakit Autoimun
Fajar adhitya
Rabu, 23 Oktober 2024 - 06:08 WIB
Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Jangan sampai kekurangan vitamin D karena akan berisiko picu penyakit autoimun.Kekurangan vitamin D pada tahap kehidupan tersebut menyebabkan timus (kelenjar kekebalan) menua lebih cepat.
Sebuah studi Universitas McGill di Montreal, Kanada yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances itu menemukan bahwa selama masa kanak-kanak, kelenjar timus membantu melatih sel-sel imun untuk membedakan antara jaringan tubuh sendiri dan penyerang yang berbahaya.
"Timus yang menua menyebabkan sistem imun yang 'bocor'," kata penulis utama John White, seorang Profesor dan Ketua Departemen Fisiologi McGill, dilansir dari Medical Xpress, Selasa (22/10).
"Ini berarti timus menjadi kurang efektif dalam menyaring sel-sel imun yang secara keliru dapat menyerang jaringan sehat, sehingga meningkatkan risiko penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1," imbuhnya.
Dia mencatat, para peneliti telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium untuk tulang yang kuat, dan bahwa penelitian yang lebih baru telah menemukan peran pentingnya dalam mengatur sistem kekebalan tubuh.
"Temuan kami memberikan kejelasan baru pada hubungan ini dan dapat mengarah pada strategi baru untuk mencegah penyakit autoimun," ujarnya.
Temuan itu sekaligus menyoroti pentingnya asupan vitamin D yang cukup, terutama untuk anak-anak.
Sebuah studi Universitas McGill di Montreal, Kanada yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances itu menemukan bahwa selama masa kanak-kanak, kelenjar timus membantu melatih sel-sel imun untuk membedakan antara jaringan tubuh sendiri dan penyerang yang berbahaya.
"Timus yang menua menyebabkan sistem imun yang 'bocor'," kata penulis utama John White, seorang Profesor dan Ketua Departemen Fisiologi McGill, dilansir dari Medical Xpress, Selasa (22/10).
"Ini berarti timus menjadi kurang efektif dalam menyaring sel-sel imun yang secara keliru dapat menyerang jaringan sehat, sehingga meningkatkan risiko penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1," imbuhnya.
Dia mencatat, para peneliti telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium untuk tulang yang kuat, dan bahwa penelitian yang lebih baru telah menemukan peran pentingnya dalam mengatur sistem kekebalan tubuh.
"Temuan kami memberikan kejelasan baru pada hubungan ini dan dapat mengarah pada strategi baru untuk mencegah penyakit autoimun," ujarnya.
Temuan itu sekaligus menyoroti pentingnya asupan vitamin D yang cukup, terutama untuk anak-anak.