Tips Sukses Mengelola Masjid dari Ustaz Adi Hidayat
Tim langit 7
Kamis, 24 Oktober 2024 - 10:10 WIB
Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat
Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat menyebutkan menghadapi tantangan dakwah saat ini tidak bisa bersifat instan.
Hal itu disampaikan oleh UAH dalam Seminar Membangun Sistem Pengkaderan Muballigh Muhammadiyah yang diadakan oleh Majelis Tabligh di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.
Tantangan dalam mengembangan dakwah Muhammadiyah, kata UAH, tidak bisa dilakukan secara instan. Sebab Muhammadiyah memiliki basis jemaah sampai level cabang dan ranting, maka dakwah perlu disikapi dengan serius untuk menyentuh mereka.
“Perkembangan yang baik dan luas itu tidak terjadi secara instan. Kita butuh proses untuk duduk, membahas, dan mencari solusi agar apa yang kita rencanakan dapat dieksekusi dengan efektif,” katanya.
Oleh karena itu, melalui agenda ini UAH berharap adanya penyusunan pedoman dan kurikulum materi tablig yang sesuai dengan visi Muhammadiyah. Khususnya di Masjid-masjid Muhammadiyah, dia berharap tidak digunakan sebatas ritual saja.
“Bagaimana masyarakat yang salat bisa terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Ini adalah salah satu indikator sukses sebuah masjid Muhammadiyah,” katanya.
Sosok mubalig Muhammadiyah kondang ini juga mengingatkan supaya gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah tidak lepas dari konteks lokal yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.
Hal itu disampaikan oleh UAH dalam Seminar Membangun Sistem Pengkaderan Muballigh Muhammadiyah yang diadakan oleh Majelis Tabligh di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.
Tantangan dalam mengembangan dakwah Muhammadiyah, kata UAH, tidak bisa dilakukan secara instan. Sebab Muhammadiyah memiliki basis jemaah sampai level cabang dan ranting, maka dakwah perlu disikapi dengan serius untuk menyentuh mereka.
“Perkembangan yang baik dan luas itu tidak terjadi secara instan. Kita butuh proses untuk duduk, membahas, dan mencari solusi agar apa yang kita rencanakan dapat dieksekusi dengan efektif,” katanya.
Oleh karena itu, melalui agenda ini UAH berharap adanya penyusunan pedoman dan kurikulum materi tablig yang sesuai dengan visi Muhammadiyah. Khususnya di Masjid-masjid Muhammadiyah, dia berharap tidak digunakan sebatas ritual saja.
“Bagaimana masyarakat yang salat bisa terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Ini adalah salah satu indikator sukses sebuah masjid Muhammadiyah,” katanya.
Sosok mubalig Muhammadiyah kondang ini juga mengingatkan supaya gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah tidak lepas dari konteks lokal yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.