Tips Bahagia dari Gus Baha, Bukan Harta yang Utama
Tim langit 7
Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:42 WIB
Tips Bahagia dari Gus Baha, Bukan Harta yang Utama
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha memberikan pandangan menyejukkan tentang makna kebahagiaan sejati. Ulama kharismatik ini menekankan bahwa esensi kehidupan tidak diukur dari kuantitas kepemilikan, melainkan dari kemampuan mensyukuri dan menikmati apa yang dimiliki.
"Hidup ini bukan tentang apa dan berapa yang kita miliki, tapi apa dan berapa yang bisa kita nikmati, untuk kita syukuri dengan cara syukur yang benar," ungkap KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, dikutip Rabu (24/10/2024).
Dalam pandangan Gus Baha, kepemilikan materi bukanlah jaminan kebahagiaan. Beliau menyoroti pentingnya rasa syukur sebagai kunci utama dalam menjalani kehidupan yang bermakna.
"Apa artinya punya segalanya kalau ngga bisa menikmatinya. Syukuri yang kita miliki, nikmati yang ada, maka hidup akan benar-benar menjadi anugerah buat kita," tambah pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin ini.
Pesan yang disampaikan Gus Baha ini menjadi pengingat berharga di era yang sering menjadikan materi sebagai tolok ukur kesuksesan. Ajaran tentang kesederhanaan dan kebersyukuran ini sejalan dengan nilai-nilai fundamental dalam Islam yang mengajarkan keseimbangan hidup.
"Hidup ini bukan tentang apa dan berapa yang kita miliki, tapi apa dan berapa yang bisa kita nikmati, untuk kita syukuri dengan cara syukur yang benar," ungkap KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, dikutip Rabu (24/10/2024).
Dalam pandangan Gus Baha, kepemilikan materi bukanlah jaminan kebahagiaan. Beliau menyoroti pentingnya rasa syukur sebagai kunci utama dalam menjalani kehidupan yang bermakna.
"Apa artinya punya segalanya kalau ngga bisa menikmatinya. Syukuri yang kita miliki, nikmati yang ada, maka hidup akan benar-benar menjadi anugerah buat kita," tambah pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin ini.
Pesan yang disampaikan Gus Baha ini menjadi pengingat berharga di era yang sering menjadikan materi sebagai tolok ukur kesuksesan. Ajaran tentang kesederhanaan dan kebersyukuran ini sejalan dengan nilai-nilai fundamental dalam Islam yang mengajarkan keseimbangan hidup.
(lam)