Haedar Nashir Ajak Pemuda Ambil Inspirasi dan Teladan Sumpah Pemuda 1928
Tim langit 7
Senin, 28 Oktober 2024 - 18:53 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak para pemuda saat ini mengambil inspirasi dan teladan dari generasi Sumpah Pemuda 1928. Mereka patriotik, berkarakter kuat pada idealisme, berwawasan nasionalisme yang luas dan bervisi masa depan.
“Mereka berjiwa “futuwah”, kaum muda kesatria negarawan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompok sendiri. Mereka tidak tergoda dengan gemerlap materi dan kursi demi Indonesia. Mereka pelopor Satu Indonesia: satu bahasa, satu tanah air, satu bangsa yakni Indonesia,” ungkap Haedar.
Haedar mengatakan, generasi muda saat ini berpotensi hebat. Fasilitas kehidupan serba mudah. Mendapat jabatan mudah, bahkan instan. Memperoleh materi dan ketenaran pun gampang.
“Karenanya jangan menjadi kaum muda Indonesia yang luntur nasionalisme dan jiwa futuwah dalam berbangsa dan bernegara. Jangan terjebak hedonisme, materialisme, dan kursiisme tanpa integritas, idealisme, dan visi luas. Apalagi menjadi generasi muda yang android yang hidup layak robot dan mesin tanpa peduli sesama,” tegasnya.
Baca juga:NU Jatim Siapkan 99 Delegasi untuk Gerak Jalan Resolusi Jihad Mojokerto-Surabaya
Generasi muda jangan menjadi kaum muda angkuh tanpa isi dan integritas diri. Jauhi sifat benalu dalam kehidupan diri maupun berbangsa dan bernegara. Tidak pula jadi generasi muda cengeng dan hanya bergantung pada tangan orangtua sehingga hilang kemandirian. Jangan jadi kaum muda gemar popularitas dan populisme murahan minus pengabdian, kecerdasan, dan kualitas diri yang autentik.
Haedar juga menekankan bahwa Indonesia hari ini dan ke depan sarat masalah dan tantangan kompleks. Diperlukan kaum muda Indonesia yang berdiri tegak di atas idealisme dan prinsip bernegara dengan benar. Sekaligus menjadi kaum muda yang relijius, pancasilais, cerdas berilmu, berkeahlian, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.
“Mereka berjiwa “futuwah”, kaum muda kesatria negarawan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompok sendiri. Mereka tidak tergoda dengan gemerlap materi dan kursi demi Indonesia. Mereka pelopor Satu Indonesia: satu bahasa, satu tanah air, satu bangsa yakni Indonesia,” ungkap Haedar.
Haedar mengatakan, generasi muda saat ini berpotensi hebat. Fasilitas kehidupan serba mudah. Mendapat jabatan mudah, bahkan instan. Memperoleh materi dan ketenaran pun gampang.
“Karenanya jangan menjadi kaum muda Indonesia yang luntur nasionalisme dan jiwa futuwah dalam berbangsa dan bernegara. Jangan terjebak hedonisme, materialisme, dan kursiisme tanpa integritas, idealisme, dan visi luas. Apalagi menjadi generasi muda yang android yang hidup layak robot dan mesin tanpa peduli sesama,” tegasnya.
Baca juga:NU Jatim Siapkan 99 Delegasi untuk Gerak Jalan Resolusi Jihad Mojokerto-Surabaya
Generasi muda jangan menjadi kaum muda angkuh tanpa isi dan integritas diri. Jauhi sifat benalu dalam kehidupan diri maupun berbangsa dan bernegara. Tidak pula jadi generasi muda cengeng dan hanya bergantung pada tangan orangtua sehingga hilang kemandirian. Jangan jadi kaum muda gemar popularitas dan populisme murahan minus pengabdian, kecerdasan, dan kualitas diri yang autentik.
Haedar juga menekankan bahwa Indonesia hari ini dan ke depan sarat masalah dan tantangan kompleks. Diperlukan kaum muda Indonesia yang berdiri tegak di atas idealisme dan prinsip bernegara dengan benar. Sekaligus menjadi kaum muda yang relijius, pancasilais, cerdas berilmu, berkeahlian, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.