LANGIT7.ID-Jakarta; Spanyol kembali memastikan tempat di semifinal Piala Dunia lewat cara yang nyaris sulit dipercaya. Lagi-lagi, Mikel Merino muncul sebagai pahlawan di saat-saat paling menentukan, mencetak gol kemenangan hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.Kali ini momen itu terasa semakin spesial bagi Merino. Putranya yang baru berusia dua bulan, Marco, hadir langsung di stadion, sesuatu yang tak terjadi saat laga perempat final. "Karena dia tidak ada saat perempat final, saya harus melakukannya lagi di semifinal agar dia juga bisa merasakannya," kata Merino.Apa yang dilakukan Merino benar-benar menjadi kisah luar biasa. Setelah sebelumnya mencetak gol penentu yang membawa Spanyol ke semifinal Piala Eropa dua tahun lalu dan ke perempat final Piala Dunia empat hari sebelumnya, kini ia kembali mengulanginya. Tiga momen penentu dalam pertandingan besar membuat cerita Merino semakin sulit dipercaya.Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir dengan skor masih imbang 1-1, Spanyol terus menekan demi mencari gol kemenangan. Luis de la Fuente kembali memasukkan Merino sebagai pemain pengganti ketika waktu normal hanya menyisakan kurang dari lima menit.Namun Merino bahkan tidak membutuhkan waktu selama itu.Ia masuk pada menit 85.32. Ketika waktu menunjukkan 87.27, Pau Cubarsí melepaskan tembakan yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, yang masuk menggantikan Thibaut Courtois akibat cedera. Bola muntah langsung disambar Merino dan dihantam keras ke dalam gawang.Kurang dari dua menit berada di lapangan dan hanya dengan satu sentuhan, Merino kembali menjadi supersub Spanyol. Gol pada menit ke-88 itu melengkapi daftar gol-gol krusialnya setelah sebelumnya mencetak gol pada menit ke-119 melawan Jerman dan menit ke-91 saat menghadapi Portugal.Merino kemudian melakukan selebrasi yang sudah menjadi ciri khasnya sebagai penghormatan kepada sang ayah, Angel. Sementara itu, Courtois hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan. Belgia harus menerima kenyataan pahit setelah perjuangan mereka akhirnya runtuh di penghujung pertandingan.Bagi Spanyol, kemenangan ini terasa pantas diraih setelah tampil dominan sepanjang laga. Dua kemenangan beruntun dengan cara dramatis semakin menguatkan keyakinan bahwa perjalanan mereka di turnamen ini memang sedang berada di jalur yang tepat.Keputusan besar Luis de la Fuente sejak awal pertandingan juga membuahkan hasil. Sang pelatih memilih memainkan Fabián Ruiz menggantikan Pedri di lini tengah, dan keputusan itu langsung memberikan dampak.Ruiz lebih dulu menciptakan peluang lewat umpan tarik kepada Rodri pada menit ke-10. Dua puluh menit kemudian, gelandang PSG itu membawa Spanyol unggul.Berawal dari umpan matang Lamine Yamal, Pedro Porro menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim bola kepada Dani Olmo. Tembakan pertama Olmo mampu ditepis Courtois, tetapi Ruiz berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola muntah menjadi gol. Ia merayakannya dengan menyelipkan bola ke balik kausnya.Sebelum itu, Spanyol memang terus menguasai permainan. Umpan indah Cubarsí hampir membuat Álex Baena berhadapan langsung dengan kiper. Kombinasi satu sentuhan yang dibangun Mikel Oyarzabal dan Dani Olmo juga nyaris membuahkan hasil, sementara aksi individu Lamine Yamal yang berhasil melewati Jérémy Doku hanya berakhir di sisi luar jaring gawang.Keunggulan Spanyol membuat pertandingan seolah berada dalam kendali mereka.Namun situasi berubah tiba-tiba.Pada menit ke-40 lewat 12 detik pertandingan keenam mereka di Piala Dunia, Spanyol akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya di turnamen ini. Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan.Gol Belgia berawal dari tusukan Doku sebelum Kevin De Bruyne mengirim umpan satu sentuhan yang akurat kepada Timothy Castagne. Castagne kemudian melepaskan umpan silang sempurna yang disambut De Ketelaere, yang berhasil lebih cepat dari Cubarsí untuk menaklukkan gawang Spanyol.Memasuki babak kedua, Cubarsí kembali menunjukkan kualitas umpannya dengan mengirim bola kepada Lamine Yamal. Meski Courtois mampu menggagalkan peluang tersebut dan bendera offside sudah terangkat, tekanan Spanyol terus berlanjut.Tembakan mendatar Lamine Yamal kemudian melebar tipis, sementara percobaan melengkungnya kembali dimentahkan Courtois. Oyarzabal juga gagal menaklukkan penjaga gawang Belgia tersebut.Di sisi lain, Belgia sempat memberi ancaman serius ketika Doku dan De Bruyne bekerja sama membangun serangan yang berakhir dengan tembakan keras Maxim De Cuyper ke sisi luar jaring.Belgia terus bertahan sekuat tenaga, tetapi tanda-tanda kelelahan mulai terlihat. Youri Tielemans bahkan sudah harus dicoret dari susunan pemain beberapa saat sebelum kick-off. Setelah jeda iklan, Courtois terpaksa meninggalkan lapangan sambil menangis sambil memegangi pahanya. Pada akhirnya, De Bruyne juga harus ditarik keluar.Meski dua pemain penting Belgia sudah tidak berada di lapangan, Spanyol tetap kesulitan menembus pertahanan lawan. Berkali-kali serangan mereka berhasil dipatahkan pada momen terakhir, sementara Belgia terus bertahan semakin dalam.Pertanyaannya tinggal satu: sampai kapan mereka mampu bertahan?Jawabannya ternyata tidak lama.Hanya satu menit 56 detik setelah Mikel Merino masuk ke lapangan, ia kembali menulis babak luar biasa dalam kariernya. Golnya memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengantar mereka melaju ke semifinal Piala Dunia.
(lam)