LANGIT7.ID-Jakarta; Kekalahan tim sepakbola Mesir atas Argentina di babak perempat final masih menyisakan rasa dongkol, sebel, marah dan rasanya campur aduk. Maka, pihak asosiasi sepak bola Mesir memaksa kirim surat protes keras ke FIFA. Isi protesnya kira kira: pokoknya tidak terima, wasit tidak adil!
Agar tuduhan itu tidak berlarut larut, Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina angkat bicara. Collina mengecam keras tuduhan bahwa para pengadil bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar, menyusul adanya klaim keberpihakan terhadap Argentina dari pihak Mesir.
Juara bertahan Piala Dunia ini nyaris tersingkir di babak 16 besar saat menghadapi Mesir. Mereka sempat tertinggal 2–0 hingga 11 menit terakhir pertandingan, dan hanya berkat keputusan VAR yang menganulir gol ketiga Mesir, Argentina selamat dari kekalahan.
Setelah pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Mesir secara resmi mengajukan protes. Mereka menuduh wasit François Letexier melakukan diskriminasi terhadap Mesir, sekaligus memperkuat pernyataan pelatih Hossam Hassan yang mengklaim adanya "tekanan dari kubu Argentina" serta insentif finansial agar Lionel Messi tetap bertahan di turnamen—yang menurut mereka sengaja dilakukan FIFA untuk menggagalkan pertandingan.
"Tentu saja, diskusi konstruktif tentang keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita," balas Collina dengan tegas.
"Tak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Jika ini terjadi, bisa memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini tidak benar."
"Begitu pula, tak seorang pun boleh mengklaim bahwa kepemimpinan wasit FIFA bisa dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun [Gianni Infantino]. Beliau selalu menunjukkan dukungan penuh kepada Tim Wasit FIFA dan mempercayai kami untuk bekerja dengan independensi penuh. Para wasit mengambil keputusan dengan jujur, dan seperti halnya pemain serta pelatih, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik."
FIFA Bela Keputusan Kontroversial yang Menguntungkan ArgentinaKekecewaan Mesir tampaknya berpusat pada dua insiden tertentu selama kekalahan mereka dari Argentina.
Mostafa Ziko, pencetak gol kedua Mesir, mengira dia telah mencetak gol sembilan menit lebih awal, setelah menyelesaikan serangan yang diawali dengan aksi individu apik dari Haissem Hassan dan melibatkan assist Mohamed Salah.
Gol tersebut tentu saja ditinjau ulang oleh VAR, dan ditemukan pelanggaran yang dilakukan Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez di awal serangan, yang pada akhirnya menyebabkan gol tersebut dianulir.
"Setelah setiap gol dicetak, VAR akan memeriksa fase serangan (APP)," lanjut Collina. "Jika ditemukan pelanggaran dalam proses serangan dan dianggap berdampak pada terciptanya gol, maka VAR akan merekomendasikan peninjauan di lapangan. Tidak ada batasan waktu maupun jarak tertentu antara insiden pelanggaran dan terjadinya gol."
"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina vs Mesir, di mana pemain Mesir bernomor punggung 19, Marwan Attia, dengan jelas menginjak kaki pemain Argentina bernomor punggung 6, Lisandro Martínez."
"Kami berpegang pada prinsip bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran itu terlihat 'jelas' atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat turun tangan."(*/saf/fotmob.com)
(lam)