Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?
Sururi al faruq
Selasa, 29 Oktober 2024 - 10:34 WIB
Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?
LANGIT7.ID-Ada buku menarik berjudul “Praksis Pancasila: Pengalaman idiologi di Perusahaan Gobel”. Kedengarannya sederhana, biasa dan tak ada yang istimewa karena kata Pancasila sudah terlalu sering terdengar. Tapi, jangan pesimis dulu. Bagi saya yang berusaha merekonstruksi ulang buku ini, sungguh menarik. Sangat inspiring. Bisa disebut sebuah cerita langka, diperankan oleh manusia yang langka,
dan saya melihat penulis buku ini; Nasihin Masha juga termasuk manusia langka. Ia journalis senior yang tidak mau ketinggalan jaman di era digital sekarang, tetapi ia sangat mencintai Pancasila.
Buku yang ditulis Nasihin Masha, adalah buku tentang perjalanan seorang asli Gorontalo bernama Thayeb M.Gobel, pendiri perusahaan Panasonic Gobel.
Dalam rekaman berfikir Nasihin, Thayeb, dimasukkan dalam katagori manusia yang istimewa. Ia juga merasa menemukan jawaban konkrit dari seorang Thayeb tentang penerjemahan sederhana dari Pancasila. Betapa rumitnya menerjemahkan Pancasila yang mudah untuk di aplikasikan dalam kehidupan bernegara maupun dalam realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Banyak yang merasa paham tentang Pancasila, tetapi tatkala pada fase implementatif banyak yang absurd, dan kecenderungannya dalam menjelaskan banyak ngalor ngidul (istilah Jawa kayak orang bingung).
Tetapi dari satu orang;Thayeb, cukup untuk menjelaskan apa itu Pancasila. Bagi saya, yang berusaha merekonstruksi ulang buku karya Nasihin ini, Thayeb, bukan sekedar seorang the one man of the real implementation of Pancasila, tetapi seorang religious yang sangat kuat. Potret religiusnya sangat kental dalam implementasi perjalanan kehidupannya dalam menjalankan perusahaan.
Kisah religisunya Thayeb, diungkap oleh putranya sendiri, Rachmat Gobel yang tidak lain adalah pewaris “kerajaan bisnis Gobel” saat peluncuran dan bedah buku “Praksis Pancasila, Pengalaman Idiologi di Perusahaan Gobel” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat belum lama ini.
Rachmat Gobel yang wajah dan pemikirannya sangat identik dengan ayahnya, mengisahkan bahwa perusahan Panasonic Gobel adalah perusahaan pertama yang membangun masjid di lingkungan perusahaan.
dan saya melihat penulis buku ini; Nasihin Masha juga termasuk manusia langka. Ia journalis senior yang tidak mau ketinggalan jaman di era digital sekarang, tetapi ia sangat mencintai Pancasila.
Buku yang ditulis Nasihin Masha, adalah buku tentang perjalanan seorang asli Gorontalo bernama Thayeb M.Gobel, pendiri perusahaan Panasonic Gobel.
Dalam rekaman berfikir Nasihin, Thayeb, dimasukkan dalam katagori manusia yang istimewa. Ia juga merasa menemukan jawaban konkrit dari seorang Thayeb tentang penerjemahan sederhana dari Pancasila. Betapa rumitnya menerjemahkan Pancasila yang mudah untuk di aplikasikan dalam kehidupan bernegara maupun dalam realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Banyak yang merasa paham tentang Pancasila, tetapi tatkala pada fase implementatif banyak yang absurd, dan kecenderungannya dalam menjelaskan banyak ngalor ngidul (istilah Jawa kayak orang bingung).
Tetapi dari satu orang;Thayeb, cukup untuk menjelaskan apa itu Pancasila. Bagi saya, yang berusaha merekonstruksi ulang buku karya Nasihin ini, Thayeb, bukan sekedar seorang the one man of the real implementation of Pancasila, tetapi seorang religious yang sangat kuat. Potret religiusnya sangat kental dalam implementasi perjalanan kehidupannya dalam menjalankan perusahaan.
Kisah religisunya Thayeb, diungkap oleh putranya sendiri, Rachmat Gobel yang tidak lain adalah pewaris “kerajaan bisnis Gobel” saat peluncuran dan bedah buku “Praksis Pancasila, Pengalaman Idiologi di Perusahaan Gobel” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat belum lama ini.
Rachmat Gobel yang wajah dan pemikirannya sangat identik dengan ayahnya, mengisahkan bahwa perusahan Panasonic Gobel adalah perusahaan pertama yang membangun masjid di lingkungan perusahaan.