Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?

sururi al faruq Selasa, 29 Oktober 2024 - 10:34 WIB
Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?
LANGIT7.ID-Ada buku menarik berjudul “Praksis Pancasila: Pengalaman idiologi di Perusahaan Gobel”. Kedengarannya sederhana, biasa dan tak ada yang istimewa karena kata Pancasila sudah terlalu sering terdengar. Tapi, jangan pesimis dulu. Bagi saya yang berusaha merekonstruksi ulang buku ini, sungguh menarik. Sangat inspiring. Bisa disebut sebuah cerita langka, diperankan oleh manusia yang langka,

dan saya melihat penulis buku ini; Nasihin Masha juga termasuk manusia langka. Ia journalis senior yang tidak mau ketinggalan jaman di era digital sekarang, tetapi ia sangat mencintai Pancasila.

Buku yang ditulis Nasihin Masha, adalah buku tentang perjalanan seorang asli Gorontalo bernama Thayeb M.Gobel, pendiri perusahaan Panasonic Gobel.

Dalam rekaman berfikir Nasihin, Thayeb, dimasukkan dalam katagori manusia yang istimewa. Ia juga merasa menemukan jawaban konkrit dari seorang Thayeb tentang penerjemahan sederhana dari Pancasila. Betapa rumitnya menerjemahkan Pancasila yang mudah untuk di aplikasikan dalam kehidupan bernegara maupun dalam realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Banyak yang merasa paham tentang Pancasila, tetapi tatkala pada fase implementatif banyak yang absurd, dan kecenderungannya dalam menjelaskan banyak ngalor ngidul (istilah Jawa kayak orang bingung).

Tetapi dari satu orang;Thayeb, cukup untuk menjelaskan apa itu Pancasila. Bagi saya, yang berusaha merekonstruksi ulang buku karya Nasihin ini, Thayeb, bukan sekedar seorang the one man of the real implementation of Pancasila, tetapi seorang religious yang sangat kuat. Potret religiusnya sangat kental dalam implementasi perjalanan kehidupannya dalam menjalankan perusahaan.

Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?

Kisah religisunya Thayeb, diungkap oleh putranya sendiri, Rachmat Gobel yang tidak lain adalah pewaris “kerajaan bisnis Gobel” saat peluncuran dan bedah buku “Praksis Pancasila, Pengalaman Idiologi di Perusahaan Gobel” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat belum lama ini.

Rachmat Gobel yang wajah dan pemikirannya sangat identik dengan ayahnya, mengisahkan bahwa perusahan Panasonic Gobel adalah perusahaan pertama yang membangun masjid di lingkungan perusahaan.

Dalam proses membangun masjid, menurut Rachmat Gobel, ayahnya saat itu menghadapi protes dari pihak jepang yang memiliki saham dalam perusahaan Panasonic Gobel. Bagi Jepang, sangat disayangkan ada tanah kosong bukan dipakai untuk pengembangan perusahaan, tetapi justru dibangun masjid. “Untuk apa masjid?,” begitu protes Jepang kepada Thayeb yang dikisahkan ulang oleh Rachmat Gobel.

Namun, Thayeb tetap tenang menghadapi protes Jepang yang keras. Dalam kisah yang diungkap Rachmat Gobel, ayahnya mencoba menjelaskan dengan baik kepada pihak Jepang. Mengapa dibangun Masjid di lingkungan perusahaan? Tujuannya agar bisa lebih efesien waktu dan bisa menjaga produktivitas karyawan. Jika tidak ada masjid, karyawan pada saat jam sholat,akan keluar pabrik dan mencari tempat sholat. Dampaknya, karyawan banyak terlambat masuk ke pabrik, sehingga banyak pekerjaan tidak bisa terselesaikan dengan baik. “Ini jelas bisa mengganggu produktivitas perusahaan,” ujar Rachmat Gobel mengisahkan penjelasan ayahnya kepada pihak Jepang.’

Respon Jepang akhirnya bisa menerima alasan membangun Masjid di lingkungan perusahaan karena punya alasan logis dan ternyata justru memberi keuntungan produktivitas yang sangat baik bagi perusahaan. Dalam penjelasan lain yang tidak diungkap oleh Rachmat Gobel dari ayahnya tentang pendirian Masjid, bahwa keberadaannya akan memberi effek positif bagi sebuah perusahaan. Dengan setiap hari banyak orang beribadah dan berdoa di dalam masjid perusahaan, tentu akan memberi cahaya terang bagi perusahaan. Inilah kesadaran beragama yang kuat dari seorang Thayeb M.Gobel yang diterapkan dalam perusahaannya.

Cerita lain dari seorang Thayeb yang diungkap oleh Rachmat Gobel tentang hebohnya karyawan Panasonic Gobel mengenakan jilbab juga mendapatkan protes. Mengapa karyawan perempuan yang bekerja di Panasonic Gobel dibolehkan mengenakan jilbab? Thayeb, kata Rachmat Gobel, saat menghadapi protes tetap tenang dan bisa menjelaskan dengan baik kepada pihak Jepang. Mengapa karyawan perempuan diijinkan mengenakan jilbab, karena punya tujuan untuk menjaga kualitas produk agar tetap terjaga. “Bisa dibayangkan kalau pekerja perempuan yang tidak mengenakan jilbab kemudian rambutnya ada yang rontok atau jatuh dan menempel di produk Panasonic yang sedang dikerjakan, akan bisa mengacaukan dan merusak kualitasnya. Tetapi jika pekerja perempuan mengenakan jilbab, akan bisa menahan rambut tidak jatuh dan menempel pada setiap produk yang dikerjakan,” kisah Rachmat Gobel mengutip penjelasan ayahnya. Respon Jepang? Dikutip Rachmat Gobel lagi dari ayahnya, bahwa Jepang akhirnya bisa menerima penjelasan rasional dari Thayeb. Meskipun dalam penjelasan Thayeb, ada hal-hal yang memang sangat religius karena ingin memberikan kebebasan karyawannya dalam mengamalkan ajaran agamanya yang dianut. Dampak dari cara Thayeb mengelola perusahaan yang menyertakan aspek religiusnya, membuat perusahaannya terus berkembang membesar dan survive hingga sekarang. Kisah-kisah menarik lainnya, tentang perjalanan Thayeb M Gobel yang dikenal seorang Pancasilais dan religius dalam buku Nasihin, bisa disimak dalam tulisan berikutnya. Langit7.id menulis secara berseri mulai dari artikel pertama ini/bersambung)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan