Menata Kebijakan Dikdasmen, Abdul Mu'ti Lebih Banyak Mendengar Aspirasi Masyarakat
Tim langit 7
Kamis, 31 Oktober 2024 - 07:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti akan lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat untuk menata kebijakan pendidikan dasar dan menengah.
Mu’ti menekankan pentingnya mendalami setiap persoalan dengan cermat, tanpa mengambil keputusan tergesa-gesa. Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam ini mengatakan, ia kini lebih banyak mendengar aspirasi dari berbagai sudut pandang.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan adalah bagian dari visi “Generasi Emas 2045.”
Sejak dilantik, ia menerima banyak masukan dan kritik terkait pendidikan. Meski beragam, semua aspirasi itu ia baca dan cermati sebagai bahan perbaikan.
Baca juga:Silaturahmi ke PBNU, Mendikdasmen Cari Masukan Pengelolaan Pendidikan dan Kualitas Guru
Mu’ti menyadari tantangan pendidikan di Indonesia, di antaranya isu penurunan kemampuan dasar siswa. “Beberapa laporan dan video viral memperlihatkan anak-anak mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, hingga mengenal hal-hal dasar,” katanya.
Namun demikian, Mu’ti menanggapi video tersebut dengan hati-hati, mengingat belum tentu mewakili kondisi seluruh siswa. Menurutnya, persoalan ini harus dilihat secara komprehensif, bukan diambil kesimpulan secara sepihak.
Mu’ti menekankan pentingnya mendalami setiap persoalan dengan cermat, tanpa mengambil keputusan tergesa-gesa. Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam ini mengatakan, ia kini lebih banyak mendengar aspirasi dari berbagai sudut pandang.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan adalah bagian dari visi “Generasi Emas 2045.”
Sejak dilantik, ia menerima banyak masukan dan kritik terkait pendidikan. Meski beragam, semua aspirasi itu ia baca dan cermati sebagai bahan perbaikan.
Baca juga:Silaturahmi ke PBNU, Mendikdasmen Cari Masukan Pengelolaan Pendidikan dan Kualitas Guru
Mu’ti menyadari tantangan pendidikan di Indonesia, di antaranya isu penurunan kemampuan dasar siswa. “Beberapa laporan dan video viral memperlihatkan anak-anak mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, hingga mengenal hal-hal dasar,” katanya.
Namun demikian, Mu’ti menanggapi video tersebut dengan hati-hati, mengingat belum tentu mewakili kondisi seluruh siswa. Menurutnya, persoalan ini harus dilihat secara komprehensif, bukan diambil kesimpulan secara sepihak.