Sri Fatmawati, Dosen Berhijab dari ITS Masuk Top 100 Asian Scientist 2024
Tim langit 7
Sabtu, 02 November 2024 - 06:00 WIB
Sri Fatmawati SSi MSc PhD, dsen Departemen Kimia ITS tersebut terpilih dalam 100 ilmuwan terbaik di Asia menurut Asian Scientist Magazine 2024.
Capaian luar biasa diraih sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sri Fatmawati SSi MSc PhD. Dosen Departemen Kimia ITS tersebut terpilih dalam 100 ilmuwan terbaik di Asia menurut Asian Scientist Magazine 2024. Apresiasi inidiperoleh lewat riset kimia bahan alam dan medisinal yang telah dilakukannya.
Sejak 2016, Asian Scientist Magazine menerbitkan daftar tahunan yang memuat 100 peneliti, ilmuwan, dan inovator terbaik di Asia dengan tajuk The Asian Scientist 100.
Para insan yang termasuk di dalamnya adalah peneliti dengan kontribusi signifikan di bidang sains, teknologi, dan keilmiahan. Berbasis di Singapura, penerima penghargaan ini dinilai telah memperoleh pengakuan ilmiah secara nasional maupun internasional dan melahirkan inovasi yang berdampak besar bagi masyarakat.
Baca juga:Sri Fatmawati, Dosen Perempuan Pertama dari Indonesia Sabet Dr Willmar Schwabe Award
Pada rilisan terbarunya, dosen yang akrab disapa Fatma tersebut berhasil menjadi salah satu ilmuwan asal Indonesia yang mendapat kehormatan untuk masuk ke dalam daftar bergengsi ini.
Fatma mengungkapkan, risetnya yang konsisten dengan segudang kontribusi nyata di masyarakat merupakan tiket utama dari pencapaian tersebut. “Sejak awal memang perjalanan riset saya di bidang kimia bahan alam tidak pernah terputus,” tuturnya.
Secara spesifik, jelas Wakil Kepala Pusat Penelitian Agri-pangan dan Bioteknologi (PPA-B) ITS ini, penelitiannya berpusat pada analisis potensi medis dari tanaman endemik di Indonesia, terutama yang digunakan sebagai obat-obatan herbal.
Sejak 2016, Asian Scientist Magazine menerbitkan daftar tahunan yang memuat 100 peneliti, ilmuwan, dan inovator terbaik di Asia dengan tajuk The Asian Scientist 100.
Para insan yang termasuk di dalamnya adalah peneliti dengan kontribusi signifikan di bidang sains, teknologi, dan keilmiahan. Berbasis di Singapura, penerima penghargaan ini dinilai telah memperoleh pengakuan ilmiah secara nasional maupun internasional dan melahirkan inovasi yang berdampak besar bagi masyarakat.
Baca juga:Sri Fatmawati, Dosen Perempuan Pertama dari Indonesia Sabet Dr Willmar Schwabe Award
Pada rilisan terbarunya, dosen yang akrab disapa Fatma tersebut berhasil menjadi salah satu ilmuwan asal Indonesia yang mendapat kehormatan untuk masuk ke dalam daftar bergengsi ini.
Fatma mengungkapkan, risetnya yang konsisten dengan segudang kontribusi nyata di masyarakat merupakan tiket utama dari pencapaian tersebut. “Sejak awal memang perjalanan riset saya di bidang kimia bahan alam tidak pernah terputus,” tuturnya.
Secara spesifik, jelas Wakil Kepala Pusat Penelitian Agri-pangan dan Bioteknologi (PPA-B) ITS ini, penelitiannya berpusat pada analisis potensi medis dari tanaman endemik di Indonesia, terutama yang digunakan sebagai obat-obatan herbal.