Banjir di Kabupaten Lebak, 1.162 Rumah Warga Terendam
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 15 September 2021 - 00:06 WIB
Warga dievakasi usai banjir merendam Kabupaten Lebak, Banten. (foto: twitter/ @LAZALAZHAR)
Hujan deras yang turun sejak Senin (13/9) malam hingga Selasa menyebabkan banjir di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Akibatnya, 1.162 rumah di sejumlah pemukiman terendam dan seorang warga dilaporkan meninggal dunia karena terseret air sungai.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama, mengatakan masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Lebak tersebar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar dan Cibadak.
"Kami minta warga tetap waspada banjir susulan karena curah hujan tiga hari ke depan cenderung meningkat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa (14/9).
Baca juga:Topan Jolina: 17 Warga Filipina Tewas dan 33.000 Jiwa Mengungsi
Rizky menjelaskan jika penyebab banjir yang terjadi di pemukiman warga diduga karena intensitas curah hujan yang meningkat. Selain itu, saluran drainase juga tidak berfungsi maksimal dan menyempit, sehingga sampah-sampah berserakan.
"Kami minta warga menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai," jelasnya.
Saat ini, sekitar 450 orang tinggal di tempat pengungsian dan menempati mushala, masjid, pos ronda, dan sekolah. Rizky pun berharap jika banjir segera surut agar warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama, mengatakan masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Lebak tersebar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar dan Cibadak.
"Kami minta warga tetap waspada banjir susulan karena curah hujan tiga hari ke depan cenderung meningkat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa (14/9).
Baca juga:Topan Jolina: 17 Warga Filipina Tewas dan 33.000 Jiwa Mengungsi
Rizky menjelaskan jika penyebab banjir yang terjadi di pemukiman warga diduga karena intensitas curah hujan yang meningkat. Selain itu, saluran drainase juga tidak berfungsi maksimal dan menyempit, sehingga sampah-sampah berserakan.
"Kami minta warga menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai," jelasnya.
Saat ini, sekitar 450 orang tinggal di tempat pengungsian dan menempati mushala, masjid, pos ronda, dan sekolah. Rizky pun berharap jika banjir segera surut agar warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.