Penutupan UNRWA Ancam Masa Depan Ribuan Anak Palestina
Nabil
Senin, 04 November 2024 - 06:30 WIB
Penutupan UNRWA Ancam Masa Depan Ribuan Anak Palestina
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Minggu menyerukan upaya bersama untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang Israel di Gaza, alih-alih fokus pada pelarangan lembaga PBB tersebut.
"Pembubaran UNRWA tanpa alternatif yang layak akan membuat anak-anak Palestina kehilangan kesempatan belajar di masa depan," peringat Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah pernyataan resmi.
"Anak-anak dan pendidikan mereka tidak pernah dibahas ketika para 'ahli' atau politisi membicarakan penggantian UNRWA," tegasnya.
Lazzarini memperingatkan bahwa tanpa pendidikan, anak-anak akan menjadi korban eksploitasi, termasuk bergabung dengan kelompok bersenjata.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
"Tanpa pendidikan, wilayah ini akan tetap tidak stabil dan bergejolak. Tanpa UNRWA, nasib jutaan orang akan terancam."
Sebelum Oktober 2023, UNRWA menyediakan pendidikan untuk lebih dari 300.000 anak laki-laki dan perempuan di Gaza, yang merupakan setengah dari populasi usia sekolah di wilayah tersebut.
"Pembubaran UNRWA tanpa alternatif yang layak akan membuat anak-anak Palestina kehilangan kesempatan belajar di masa depan," peringat Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah pernyataan resmi.
"Anak-anak dan pendidikan mereka tidak pernah dibahas ketika para 'ahli' atau politisi membicarakan penggantian UNRWA," tegasnya.
Lazzarini memperingatkan bahwa tanpa pendidikan, anak-anak akan menjadi korban eksploitasi, termasuk bergabung dengan kelompok bersenjata.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
"Tanpa pendidikan, wilayah ini akan tetap tidak stabil dan bergejolak. Tanpa UNRWA, nasib jutaan orang akan terancam."
Sebelum Oktober 2023, UNRWA menyediakan pendidikan untuk lebih dari 300.000 anak laki-laki dan perempuan di Gaza, yang merupakan setengah dari populasi usia sekolah di wilayah tersebut.