Wujudkan Pesantren Sehat, Dosen Unusa Berdayakan Santri Kelola Sampah Bernilai Ekonomi
Tim langit 7
Selasa, 05 November 2024 - 08:00 WIB
Tim dosen Unusa mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Al Hikam Bangkalan, Madura.Foto/ist
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mendorong terwujudnya lingkungan pesantren yang sehat. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), para dosen mengajak santri mengelola sampah bernilai ekonomi.
Hal ini dilakukan di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan, Madura. Pesantren yang berdiri sejak 14 tahun yang lalu itu mempunyai santri 2.000 orang putra dan putri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen menetap di pondok dan sisanya dari luar.
Banyaknya santri di pesantren Salafiah yang terletak di daerah Tanjung, Burneh, Bangkalan ini membuat kondisi kebersihan lingkungan perlu diperhatikan.
"Kebersihan lingkungan di pondok pesantren sudah diupayakan dengan baik oleh seluruh komponen pondok pesantren, namun untuk masalah sampah sehari-hari masih ada yang bererakan mekipun sudah ada tempat pembuangan sampah," ujar dosen Unusa, Dr. Ima Nadatien, S.KM.,M.Kes.
Dr. Ima Nadatien, S.KM.,M.Kes.(kanan)
Menurutnya, para santri di asrama membiarkan sampah berserakan dan tidak dibuang pada tempatnya. Sebagian sampah dimusnahkan dengan membakar. Kondisi seperti ini menjadikan lingkungan pondok pesantren terancam karena polusi udara yang tidak bisa dihindari.
Sebagai Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Ima menilai kebiasaan tersebut menjadi perilaku yang merugikan kesehatan. Menurut salah satu pengelola pondok pesantren, kondisi tersebut belum pernah dilakukan analisis dampaknya terhadap kesehatan santri maupun kesehatan lingkungannya. Ima menyebut ini program hibah PKM dari Kemristekdikti tahun 2024.
Hal ini dilakukan di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan, Madura. Pesantren yang berdiri sejak 14 tahun yang lalu itu mempunyai santri 2.000 orang putra dan putri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen menetap di pondok dan sisanya dari luar.
Banyaknya santri di pesantren Salafiah yang terletak di daerah Tanjung, Burneh, Bangkalan ini membuat kondisi kebersihan lingkungan perlu diperhatikan.
"Kebersihan lingkungan di pondok pesantren sudah diupayakan dengan baik oleh seluruh komponen pondok pesantren, namun untuk masalah sampah sehari-hari masih ada yang bererakan mekipun sudah ada tempat pembuangan sampah," ujar dosen Unusa, Dr. Ima Nadatien, S.KM.,M.Kes.
Dr. Ima Nadatien, S.KM.,M.Kes.(kanan)
Menurutnya, para santri di asrama membiarkan sampah berserakan dan tidak dibuang pada tempatnya. Sebagian sampah dimusnahkan dengan membakar. Kondisi seperti ini menjadikan lingkungan pondok pesantren terancam karena polusi udara yang tidak bisa dihindari.
Sebagai Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Ima menilai kebiasaan tersebut menjadi perilaku yang merugikan kesehatan. Menurut salah satu pengelola pondok pesantren, kondisi tersebut belum pernah dilakukan analisis dampaknya terhadap kesehatan santri maupun kesehatan lingkungannya. Ima menyebut ini program hibah PKM dari Kemristekdikti tahun 2024.