Waspadai Dehidrasi saat Batuk Pilek Sebabkan Defisit Energi
Fajar adhitya
Selasa, 05 November 2024 - 20:10 WIB
Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Gejala-gejala dehidrasi kadang terabaikan saat terserang batuk dan pilek. Dehidrasi berarti berkurangnya cairan tubuh akibat kehilangan cairan yang berlebihan, berkurangnya asupan cairan, atau keduanya.
Melansir dari Hindistan Times, semua jenis cairan yang hilang mengandung elektrolit dalam jumlah yang berbeda-beda. Sehingga kehilangan cairan selalu disertai dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah tertentu.
"Pada infeksi saluran pernapasan atas, demam itu sendiri menyebabkan dehidrasi karena menyebabkan keringat berlebih dan peningkatan pernapasan. Selanjutnya, karena tubuh mengonsumsi energi untuk melawan infeksi, peningkatan kebutuhan energi dapat menyebabkan defisit energi," ujar Dr Abdul Majid KhandariOlive Hospital, Selasa (5/11).
Dia mengatakan bahwa sakit tenggorokan yang merupakan gejala awal umum infeksi saluran pernafasan atas dapat mengganggu asupan cairan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi.
"Defisit tersebut semakin parah karena asupan makanan dan cairan yang tidak memadai secara kumulatif menyebabkan defisit energi, elektrolit cairan," ujarnya.
Menurutnya defisit cairan, elektrolit, dan energi semasa infeksi virus dan infeksi saluran pernafasan atasdapat menyebabkan nyeri otot, kram otot, dan kelemahan otot. Dehidrasi juga dapat berdampak negatif pada gejala sakit pernapasan seperti batuk, mengganggu kekebalan tubuh, menunda pemulihan, dan meningkatkan kemungkinan infeksi berulang.
Menurut Dr.Khan, pemberian suplemen elektrolit dan energi kepada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas dapat membantu meningkatkan kecepatan pemulihan pasien.
Melansir dari Hindistan Times, semua jenis cairan yang hilang mengandung elektrolit dalam jumlah yang berbeda-beda. Sehingga kehilangan cairan selalu disertai dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah tertentu.
"Pada infeksi saluran pernapasan atas, demam itu sendiri menyebabkan dehidrasi karena menyebabkan keringat berlebih dan peningkatan pernapasan. Selanjutnya, karena tubuh mengonsumsi energi untuk melawan infeksi, peningkatan kebutuhan energi dapat menyebabkan defisit energi," ujar Dr Abdul Majid KhandariOlive Hospital, Selasa (5/11).
Dia mengatakan bahwa sakit tenggorokan yang merupakan gejala awal umum infeksi saluran pernafasan atas dapat mengganggu asupan cairan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi.
"Defisit tersebut semakin parah karena asupan makanan dan cairan yang tidak memadai secara kumulatif menyebabkan defisit energi, elektrolit cairan," ujarnya.
Menurutnya defisit cairan, elektrolit, dan energi semasa infeksi virus dan infeksi saluran pernafasan atasdapat menyebabkan nyeri otot, kram otot, dan kelemahan otot. Dehidrasi juga dapat berdampak negatif pada gejala sakit pernapasan seperti batuk, mengganggu kekebalan tubuh, menunda pemulihan, dan meningkatkan kemungkinan infeksi berulang.
Menurut Dr.Khan, pemberian suplemen elektrolit dan energi kepada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas dapat membantu meningkatkan kecepatan pemulihan pasien.